Rabu, 29 April 2026

NTT Terkini

Kenali Penyakit Scabies, Infeksi Kulit yang Disebabkan oleh Tungau 

Scabies sangat mudah menular melalui kontak kulit lansung, misalnya bersentuhan, tidur sekasur atau tinggal serumah dengan penderita.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
SCABIES - dr Sugiharto Saputra mengungkapkan soal Scabies mulai dari penyebab, infeksi hingga dan pencegahannya. 

Oleh: dr. Sugiharto Saputra

POS-KUPANG.COM - Rasa gatal di kulit yang tidak kunjung hilang, terutama pada malam hari, bisa jadi pertanda penyakit scabies.

Penyakit kulit menular ini disebabkan oleh parasit kecil pada kulit manusia dan dapat menyerang siapa saja. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setidaknya 200jt orang diseluruh dunia menderita Scabies.

Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan RI menunjukan prevalensi scabies sekitar 8,5-9 persen, menjadikan penyakit kulit ketiga terbanyak di masyarakat.

Apa itu Scabies?

Baca juga: Mengenal Penyakit Scabies dan Pengobatannya

Menurut Kementerian Kesehatan RI, kudis atau scabies adalah penyakit kulit yang ditandai rasa gatal akibat tungau Sarcoptes Scabiei yang menggali ke dalam lapisan kulit.

Tungau yang sangat kecil ini tidak tampak oleh mata, tetapi gigitannya memicu reaksi alergi sehingga menimbulkan gatal dan kemerahan. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia.

Penyebab Scabies

Penyebab Scabies adalah tungau Sarcoptes scabiei var. hominis. Tungau betina masuk ke bawah permukaan kulit untuk bertelur dan keberadaan tungau beserta telur dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit.

Gejala pada infeksi Scabies

Gejala utama scabies berupa gatal hebat yang cenderung memburuk pada malam hari, disertai ruam kemerahan dan bintil-bintil kecil.  Sering tampak pula garis berkelok di kulit (terowongan) bekas tungau menggali.

Pada orang dewasa, ruam kudis umumnya muncul disekitar area lipatan tubuh seperti sela jari, pergelangan tangan, ketiak, atau sekitar pinggang dan alat kelamin.

Perlu diketahui, pada infeksi pertama kali gejala scabies dapat baru muncul 4-6 minggu setelah paparan awal, sehingga penderita dapat menularkan scabies meski belum menyadari gejalanya.

Cara Penularan Scabies

Scabies sangat mudah menular melalui kontak kulit lansung, misalnya bersentuhan, tidur sekasur atau tinggal serumah dengan penderita.

Berbagi pakaian, handuk, atau tempat tidur dengan. Berbagi pakaian handuk atau tempat tidur dengan orang terinfeksi juga berisiko untuk menularkan tungau.

Akibatnya, sering terjadi wabah di komunitas seperti keluarga, asrama, panti asuhan atau pesantren.

Pengobatan Scabies

Scabies dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Dokter biasanya meresepkan obat oles yang diusapkan ke seluruh tubuh dari leher hingga kaki dan didiamkan semalaman.

Jika infeksinya berat, obat minum mungkin akan ditambahkan. Selain itu, seluruh anggota komunitas yang kontak erat dengan penderita sebaiknya ikut diobati meski tidak ada gejala, untuk mencegah penularan ulang.

Setelah pengobatan rasa gatal masih bisa dirasakan selama beberapa minggu meski tungau penyebab sudah mati.

Pencegahan scabies

Jagalah kebersihan diri dan lingkungan, dan hindari kontak kulit lansung dengan penderita scabies hingga ia sembuh.

Jika ada anggota keluarga yang terkena scabies, cucilah semua pakaian, seprai, dan handuk yang dipakai oleh penderita dengan air panas dan detergen, lalu jemur dibawah matahari atau keringkaan di tempat suhu tinggi. Benda yang tidak dapat dicuci (misalnya boneka atau bantal) sebaiknya dibungkus ke dalam kantong plastik rapat dan diisolasi sekitar 2 minggu agar tungau mati.

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala agar dapat diobati sedini mungkin dan mencegah penularan luas. (*)

 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved