Minggu, 24 Mei 2026

Wina Armada Berpulang

Mengenang Sobat Wina Armada 

Wina juga pengacara yang memimpin law firm "Armada & Armada". Aktif beracara di pengadilan. Pendeknya hampir tiap hari tanpa aktivitas.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO-DOK PRIBADI
Wina Armada Sukardi 

Saya dan saya kira hampir semua kawan dan sahabatnya tidak sempat membesoeknya karena dilarang dokter yang merawat. 

Berkali -kali saya setengah merengek kepada istrinya untuk dapat membesoek, namun mereka pun mematuhi larangan tim medis.

Ya, Allah. Di ponsel saya masih tersimpan pesan terakhir Wina. Ada dua pesannya. Pertama, dia mau berkunjung menemui saya di rumah.Pesan itu dikirim 17 Juni. 

Persisnya begini pesannya: "Sobat Ilham, ba’da magrib atau ba'da Isya, kalau loe sehat, ada waktu gak kita ketemu? Gue ke rumah loe deh. Tengkiu.".

Dikirim pukul 16.14. Karena hari itu saya masih kurang sehat, langsung saya telepon. Dia membahas soal PWI. Dua hari kemudian Wina kirim pesan lagi. 

Masih terkait PWI, soal kongres persatuan PWI yang akan menyelesaikan persoalan dualisme wartawan tertua dan terbesar di Indonesia.

Itu artinya sehari sebelum ia mendapat serangan jantung. Wina memang sangat memberi perhatian besar pada masalah yang dihadapi PWI. 

Maka ia pun bersedia duduk sebagai anggota Komisi Pengarah Panitia Kongres. 

Dia ikut menandatangani naskah kesepakatan untuk Kongres Persatuan PWI di Gedung Dewan Pers, sebagai Sekjen PWI Pusat hasil KLB PWI.

Tiada lagi Wina Armada Sukardi. Ia mengembuskan nafas terakhirnya setelah dua pekan dirawat di rumah sakit akibat serangan jantung. 

" Rabu dan Kamis sebelum sakit ayah menginap di rumah kami. Rupanya dia mau pamit," kata Fath, puterinya, di rumah duka Kamis (3/7/2025) malam dalam nada duka. Dari anak kedua Wina itu almarhum memperoleh 3 cucu. Cucu pertamanya kembar.

Jenasah Wina disemayamkan di rumah duka, kediamannya jalan Mawar kawasan Bintaro. Jumat ba'da Jumat jenasahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Diawali Jumat (20/6/2025) tengah malam itu Wina mendadak mendapat serangan jantung. 

Ia dilarikan ke RS Sudirman di Kebayoran Baru.Lalu dari sana ia dirujuk ke Heartology Cardiovascular Hospital dinihari, Sabtu (21/6/2025). Hampir dua pekan ia dirawat di RS namun jiwanya tidak tertolong.

"Kesadarannya naik turun. Tapi terakhir dia minta kertas dan pulpen untuk menulis. Anaknya memberinya ponsel supaya tulisannya diketik. Wina menolak, tetap meminta kertas dan pulpen, dia mau menulis sendiri. Dia pun mencatat sesuatu tetapi tidak terbaca jelas coretannya, " cerita Amalia di rumah duka.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved