KUR
KUR di Provinsi Sulawesi Selatan Turun 7,75 Persen
Angka tersebut turun 7,75 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan April 2024 yang tercatat Rp5,55 triliun.
POS-KUPANG.COM, MAKASSAR - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR di Provinsi Sulawesi Selatan hingga April 2025 tercatat sebesar Rp5,12 triliun.
Angka tersebut turun 7,75 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan April 2024 yang tercatat Rp5,55 triliun.
Pengamat Ekonomi Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Andi M Nur Bau Massepe menilai penyebab turunnya penyaluran KUR di Sulsel terjadi karena kebijakan perbankan.
“Saya rasa kenapa turun (penyaluran KUR), karena perbankan juga menilai ada potensi risiko KUR yang sudah dicairkan,” ujar Andi dikutip dari Tribun-Timur.com, Kamis (8/5/2025).
Ia juga menilai, bank bersikap reaktif terhadap program pemerintah Presiden Prabowo yang berencana menghapus kredit bermasalah dari skema KUR.
“Intinya perbankan mengurangi karena melihat potensi mitigasi risiko yang ada,” sebutnya.
Menurutnya, penyaluran kredit dalam jumlah besar juga tidak efektif jika kondisi pasar masih terbatas. Jika dipaksakan, justru berisiko menambah kredit macet.
“Percuma juga perbankan menyalurkan kredit banyak, sementara pasar sekarang terbatas,” katanya.
“Saya rasa juga tidak berdampak, UKM kan kecil kontribusinya bagi perbankan. Yang masalah itu industri skala menengah dan besar,” tambahnya.
Untuk diketahui, penyalur KUR terbesar di Sulsel masih dipegang Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan total Rp4.106 miliar kepada 83.435 debitur.
Disusul Bank Mandiri sebesar Rp557,77 miliar kepada 4.584 debitur, Bank Sulselbar Rp109,21 miliar kepada 809 debitur, BNI Rp101,11 miliar kepada 371 debitur, BSI Rp100,52 miliar kepada 552 debitur, serta bank lainnya Rp46,13 miliar kepada 1.479 debitur. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tabel-pinjaman-KUR-BRI-Mei-2025.jpg)