Sabtu, 18 April 2026

Tentara Nasional Indonesia

TNI AU Butuh Alutista Canggih Hadapi Perkembangan Teknologi Militer

Ancaman itu tidak lagi terbatas agresi konvensional tetapi juga meliputi serangan siber, rudal dan peperangan elektromagnetik

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
BUTUH ALUTSISTA CANGGIH - Ilistrasi Danlanud El Tari pimpin Apel 17-an di Apron Lanud El Tari Kupang. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) membutuhkan alutista yang mampu beradaptasi ancaman peperangan modern dengan sistem pertahanan mutakhir untuk menjaga ruang udara nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf TNI AU Mohamad Tonny Harjono  pada upacara Peringatan 79 Tahun TNI AU yang diselenggarakan secara serentak pada Rabu (9/4/2025).

Alutsista canggih itu dibutuhkan untuk menghadapi ancaman terhadap kedaulatan negara di tengah ketegangan geopolitik di kawasan yang semakin kompleks, serta perkembangan teknologi militer semakin canggih.  

Ancaman itu tidak lagi terbatas agresi konvensional tetapi juga meliputi serangan siber, rudal dan peperangan elektromagnetik memanfaatkan domain antariksa.

Demikian amanat yang disampaikan Kepala Staf TNI AU M.Tonny Harjono, S.E.,M.M secara daring  di seluruh Indonesia, pada  upacara secara serentak Peringatan 79 Tahun TNI AU berlangsung, Rabu (9/4/2025), di Shelter Suhkoi Lanud El Tari, Kupang. 

“Terimakasih kepada Presiden RI, TNI Angkatan Udara secara bertahap akan menerima pesawat tempur generasi terbaru, sistem radar modern serta alutista canggih guna meningkatkan daya tangkal menghadapi tantangan di masa depan. Untuk itu setiap prajurit TNI AU harus mampu menyiapkan  SDM yang berkualitas, hingga infrastruktur pertahanan,” ujar KSAU secara daring yang diikuti dari Lanud El Tari Kupang.

Sementara itu Danlanud El Tari Marsma TNI Djoko Hadipurwanto, S.E.,M.M., megatakan, saat ini pertahanan wilayah udara di NTT sudah berjalan,  adanya radar  TNI AU yang luas cakupannya  hingga laut Australia dan Timor Leste.

“Wilayah udara NTT sangat strategis karena berbatasan dengan dua negara Australia dan Timor Leste, dengan adanya penambahan pesawat tempur di Lanud El Tari akan mampu menjaga wilayah udara NKRI,” kata Danlanud El Tari.

Danlanud El Tari Marsma TNI Djoko Hadipurwanto, S.E.,M.M., berharap agar di usia 79 tahun ini, pengabdian kepada negara tidak berhenti, TNI akan selalu tumbuh bersama masyarakat siap senantiasa bersama seluruh stekholder menjaga kedaulatan NKRI. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved