Breaking News

Makan Bergizi Gratis

Pelajar hingga Ibu Hamil Target Utama Terima Manfaat Program MBG

Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin mengatakan program itu dibuat untuk mewujudkan generasi sehat Indonesia.

Editor: Ryan Nong
KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
MENU MBG RAMADAN - Siswa SDN 1 Wonosari, Gunungkidul, membuka Paket makan bergizi gratis (MBG), Kamis (6/3/2025). Menu makan untuk ramadan menuai kritik karena makanan ultra-proses. 

POS-KUPANG.COM, SUKABUMI - Pelajar hingga ibu hamil kini jadi target utama penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin mengatakan program itu dibuat untuk mewujudkan generasi sehat Indonesia.

"Program MBG ini tidak hanya menyasar pelajar dan ibu hamil saja, tetapi ibu menyusui dan balita juga menjadi target penerima manfaat. Sehingga, ada empat target utama yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai penerima manfaat dari program ini," kata Zainul diikutip dari Antara, Selasa (25/3/2025).

Menurut Zainul, agar program ini berjalan lancar khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi dan masyarakat siapa saja yang menjadi target penerima manfaat serta mengetahui pentingnya Program MBG, pihaknya secara rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan menggandeng mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) serta Pemkab Sukabumi.

Pemerintah terus terus memperluas implementasi Program MBG untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan kuat.

Meskipun saat ini MBG baru menyasar pelajar di SD hingga SMA sederajat, tetapi secara bertahap ibu hamil dan menyusui hingga balita pun akan mendapatkan Program Prioritas Asta Cita Presiden RI Pak Prabowo Subianto.

Selain itu, program tersebut juga membantu pemerintah daerah khususnya Pemkab Sukabumi dalam upaya percepatan penanganan kasus stunting serta membuka lapangan pekerjaan baru serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Penanganan stunting saat ini menjadi fokus utama Pemkab Sukabumi, sehingga dengan adanya Program MBG tentunya akan membantu serta berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian daerah.

"Perlu diketahui bahwa satu dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bisa menyerap pekerja 45-50 orang. Selain itu, program ini akan membentuk ekosistem ekonomi di masyarakat sekitar seperti penyediaan beli bahan baku untuk menu makanan, sehingga terjadi peningkatan perekonomian lokal," tambahnya.

Sementara, Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan Program MBG ini sejalan dengan visi dan misi Bupati-Wabup Sukabumi periode 2025-2030 di mana dalam program 100 hari kerja, pihaknya fokus terhadap penanganan kasus di mana prevalensi stunting di Kabupaten Sukabumi masih berada pada angka 27 persen yang ditargetkan turun menjadi 14 persen.

Kemudian, peningkatan perekonomian masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan baru serta memanfaatkan potensi ekonomi masyarakat di sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan pariwisata.

Maka dari itu, pihaknya sangat mendukung program ini karena sangat membantu Pemkab Sukabumi dalam upaya percepatan penanganan stunting dan peningkatan perekonomian daerah. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved