Makan Bergizi Gratis
BGN Tanggapi Soal Belanja MBG Baru Senilai Rp 710,5 Miliar
Sebelumnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp 710,5 miliar hingga 12 Maret 2025.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menanggapi belanja program Makan Bergizi Gratis (MBG) baru capai Rp 710 miliar.
Dadan menyebut hal itu dikarenakan adanya penyesuaian administrasi.
Sebelumnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp 710,5 miliar hingga 12 Maret 2025. Padahal alokasi anggaran untuk MBG di tahun ini telah ditambah menjadi Rp 171 triliun.
“Utamanya karena proses penyesuaian kelengkapan administrasi di tahap-tahap awal,” ujar Dadan dikutip dari KONTAN, Jumat (14/3).
Meski demikian, Dadan memastikan, penyerapan bakal segara signifikan dalam waktu. Menurutnya, penyerapan bakal masif di mulai pada bulan September 2025 sebagaimana rencana yang telah ditetapkan.
“Dari rencana awal memang juga penyerapan besar utamanya mulai September ketika Sumber Dara Manusia (SDM) dan infrastruktur sudah siap di lapangan,” jelasnya.
Sebelumnya, Dadan bilang, selama bulan suci Ramadan, program MBG tetap berjalan dan diberikan untuk berbuka puasa menggunakan menu makanan yang tahan lama.
Menurutnya, ini diberikan guna menghindari makanan basi ketika dinikmati anak-anak yang menjalankan ibadah puasa.
“Kalau untuk yang puasa nanti makanannya yang tahan lama. Dibagikan pada saat pulang sekolah, kemudian dibawa pulang, dimakan pada saat buka,” kata Dadan beberapa waktu lalu.
Dadan menyebutkan, menu makanan yang tahan lama tersebut di antaranya susu, telur, buah, kurma hingga kue kering fortifikasi.
Untuk diketahui, Kemenkeu mencatat penyaluran belanja MBG hingga 12 Maret 2025 baru mencapai Rp 710,5 miliar. Adapun realisasi jumlah penerima manfaat sebanyak 2,05 juta orang.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil mengatakan anggaran belanja untuk program MBG di tahun 2025 ditambah menjadi Rp 171 triliun dari sebelumnya hanya sebesar Rp 71 triliun. Hal tersebut sebagaimana instruksi Presiden yang menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di 2025.
“Untuk itu kebutuhan alokasi anggaran yang kita antisipasi akan menjadi Rp 171 triliun. Ini akan disiapkan dan kami terus melakukan pemantauan atas realisasi anggaran," ungkap Suahasil dalam konfrensi pers, Kamis (13/3).
Adapun jumlah SPPG yang telah beroperasi saat ini sebanyak 726. Suahasil menyebut bahwa jumlah ini akan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pelajar-SMK-Negeri-2-Ende-menerima-Makan-Bergizi-Gratis.jpg)