Belu Bersinar
Ikut Mapenta Pemuda Katolik Belu, Tujuh Calon Anggota Tidak Lulus dan Batal Dilantik
Pemuda Katolik Komisariat Cabang Belu telah menutup rangkaian kegiatan Masa Penerimaan Anggota atau Mapenta
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Apolonia Matilde
Ketiga, sebagai pengikut Kristus, kader Pemuda Katolik harus bersekutu dengan Allah. Allah adalah sumber kekuatan.
“Kita harus terus membangun kedekatan hubungan dengan Allah. Yakinlah kalau kita hidup bersama Allah maka tidak ada perjuangan dan upaya yang sia - sia. Di dalam diri kader Pemuda Katolik tidak ada kata ragu-ragu untuk maju dan terus berjuang,” sebut dia.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah NTT, Yuvens Tukung, ketika diminta tanggapannya terhadap tujuh calon anggota yang tidak lulus di dalam proses pendidikan kaderisasi Pemuda Katolik, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas ketegasan yang diambil oleh panitia, SC dan pengurus, bersama dengan dewan pembina dan dewan penasehat.
“Kita harus memulai disiplin dari hal yang kecil dan harus dari dalam Pemuda Katolik sendiri. Ketegasan ini menunjukkan bahwa menjadi kader Pemuda Katolik tidaklah mudah, semudah kita memilih untuk bergabung atau tidak,” ungkap Yuvens.
Pemuda Katolik, lanjut dia, menggembleng kadernya karena memang sadar akan tanggung jawabnya yang amat besar dalam membangun gereja dan negara (tanah air).
“Terlalu besar tugas dan tanggung jawab yang kita emban. Sadar akan hal itu, penting bagi setiap kader yang dibentuk untuk terlatih dalam segala aspek kemampuan,” tegas dia.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Belu, Yohanes Don Bosco Bere Loe menyampaikan, khusus di Belu Pemuda Katolik terus berusaha menjaga tradisi yang telah diwariskan oleh para pendahulunya seperti para senior dan alumni.
“Kita tidak bicara kuantitas tetapi fokus pada pembinaan kualitas kader. Makanya kenapa kami setiap kali melakukan perekrutan kader selalu dibatasi,” tegas Yohanes Don Bosco.
Dia mengatakan, peserta Mapenta sedikit lebih banyak dari standar biasanya, karena melibatkan utusan dari Kabupaten TTU, Kabupaten TTS dan kabupaten Malaka.
“Tetapi tetap kita batasi supaya prosesnya berjalan seefektif mungkin serta hasilnya diperuntukkan bagi gereja dan bangsa di masa depan, termasuk untuk kemajuan pembangunan kabupaten Belu sendiri,” pungkas Yohanes. (gus)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Balai POM Belu Intensifkan Pengawasan Pangan dan Takjil Selama Ramadan 1446 H |
|
|---|
| 6 Personel Pemkab Belu Ikut Pelatihan Broadcast, Kadis Kominfo Belu: Kita Utamakan Keberlanjutan |
|
|---|
| Pemkab Belu Utus 6 Pegawai Ikut Pelatihan Live Broadcast di Pos Kupang |
|
|---|
| Wabup Aloysius Ajak Masyarakat Komitmen Perangi Narkoba Saat Puncak HANI di Kabupaten Belu |
|
|---|
| Bupati Belu, Willy Lay Resmikan Rumah Adat Suku Kaliduk di Teluk Gurita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pemuda-Katolik-Belu.jpg)