Sabtu, 11 April 2026

Regional Terkini

Kerusuhan di Morowali Sulawesi Tengah, Mobil Dibakar, Polisi Diserang

Kerusuhan terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)Kabupaten Morowali, Minggu (2/3/2025).

Editor: Alfons Nedabang
TRIBUNNEWS.COM/INSTAGRAM
KERUSUHAN DI MOROWALI - Aksi mogok kerja disertai aksi anarkis buruh terjadi di sejumlah titik kawasan Industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Kecamtan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu (2/3/2025). Peristiwa itu berawal dari aksi mogok kerja karyawan perusahaan kontraktor lokal hingga berbuntut anarkis. 

POS-KUPANG.COM, MOROWALI - Kerusuhan terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu (2/3/2025).

Massa yang merupakan karyawan merusaki pos keamanan dan fasilitasi lainnya. Bahkan satu unit mobil patroli milik perusahaan dibakar.

Aksi anarkis itu dipicu mogok kerja karyawan perusahaan kontraktor lokal itu.

Diduga, mogok kerja dilakukan akibat penerapan aturan penggunaan bus bagi perusahaan kontraktor dan Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS) yang beroperasi di dalam kawasan IMIP.

PT IMIP mengharuskan perusahaan kontraktor lokal untuk menggunakan bus untuk memuat buruh.

Kebijakan itu ditentang karyawan dengan melakukan aksi mogok kerja. Petugas keamanan dan karyawan bahkan beradu jotos dalam peristiwa itu.

Head of Media Relations Department PT IMIP Dedy Kurniawan mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan insiden tersebut.

Dia pun memastikan karyawan kontraktor yang anarkis teridentifikasi.

“Kami akan mengambil langkah tegas dan menyerahkan kasus ini kepada pihak berwenang,”ucap Dedy via pesan WhatsApp.

Dedy mengatakan anggota polisi di lokasi juga ikut diserang dalam kericuhan tersebut.

"Sejumlah petugas safety IMIP, security kawasan, polisi dan seorang karyawan PT DSI (Dexin Steel Indonesia) yang terluka akibat diserang dan dikeroyok karyawan kontraktor. Selain itu, sejumlah mobil patroli safety juga dibakar dan dirusak oleh mereka,"ujar Dedy. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved