Ramadan 2025
Ini Hasil Analisis BMKG soal Prediksi Hilal Awal Ramadan 2025, Waspada Planet Saturnus dan Merkurius
Ini Hasil Analisis BMKG soal Prediksi Hilal Awal Ramadan 2025, waspada Planet Saturnus dan Merkurius bisa mengacaukan rukyatul hilal Ramadan.
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM - Pengurus Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 2025 jatuh pada 1 Maret 2025.
Namun berbeda dengan BRIN dan BMKG.
Berikut Hasil Analisis BMKG ( Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ) terkait prakiraan hilal Penentu Hilal Aawal Ramadhan 1446 H/2025 M.
Data hasil hisab ini juga digunakan dalam pelaksanaan rukyatul hilal.
Dalam laporan yang diterbitkan pada 20 Februari 2025 itu, BMKG memaparkan waktu konjungsi atau ijtimak dan waktu terbenam Matahari, peta ketinggian hilal, elongasi, umur Bulan, dan fraksi illuminasi Bulan, objek astronomis yang berpotensi mengacaukan rukyatul hilal, dan data hilal saat Matahari terbenam di wilayah Indonesia.
Baca juga: Ini Prediksi Awal Puasa Ramadhan 2025 dari BRIN-BMKG,Ada Potensi Berbeda Muhammadiyah dan Pemerintah
Dikatakan, konjungsi akan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025 pukul 07.44.38 WIB/08.44.38 WITA/09.44.38 WIT. Waktu Matahari terbenam paling awal terjadi pukul 17.54.26 WIT di Waris, Papua dan waktu terakhir pukul 18.51.31 WIB di Banda Aceh, Aceh. Dari waktu tersebut dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam pada 28 Februari 2025 di wilayah Indonesia.
"Secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal bulan Ramadan 1446 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam pada tanggal 28 Februari 2025. Dan bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Ramadan 1446 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 28 Februari 2025 tersebut," simpul BMKG dalam laporannya seperti dikutip, Senin (24/2/2025).
Tinggi hilal saat Matahari terbenam pada 28 Februari 2025 berkisar antara 3.02° di Merauke, Papua sampai 4.69° di Sabang, Aceh. Adapun, elongasi pada waktu itu berkisar antara 4.78° di Waris, Papua sampai 6,4 di Banda Aceh, Aceh dengan umur Bulan berkisar antara 8,16 jam di Waris, Papua sampai 11,11 jam di Banda Aceh, Aceh.
Kemudian, lag atau selisih waktu terbenam Bulan dengan Matahari di Indonesia saat Matahari terbenam pada 28 Februari 2025 berkisar antara 15.31 menit di Merauke, Papua sampai 22.55 menit di Sabang, Aceh. Sementara fraksi illuminasi Bulan saat Matahari terbenam pada hari yang sama berkisar antara 0.11 persen di Jayapura, Papua sampai 0.22 persen di Banda Aceh, Aceh.
Baca juga: Simak Ini Jadwal Libur Sekolah Saat Puasa Ramadan 2025
Akan ada objek astronomis yang berpotensi mengacaukan rukyatul hilal Ramadan. Objek tersebut adalah Saturnus dan Merkurius.
"Pada tanggal 28 Februari 2025, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam terdapat Saturnus dan Merkurius yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 10° dari Bulan," papar BMKG.
Keberadaan dua planet tersebut berpotensi membuat pengamat menganggapnya sebagai hilal. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-hilal.jpg)