Minggu, 26 April 2026

Makan Bergizi Gratis

Istana Ancam OPM soal Tolak Program Makan Bergizi Gratis: Berhadapan dengan TNI Polri

Organisasi separatis itu sebelumnya menyatakan menolak program MBG dan mengancam akan membakar sekolah-sekolah di Papua.   

Editor: Ryan Nong
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
MAKAN BERGIZI GRATIS - Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi Batupahatert mengatakan OPM akan berhadapan dengan TNI Polri terkait ancaman membakar sekolah karena menolak Program Makan Bergizi Gratis. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Istana Kepresidenan mengancam Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Organisasi separatis itu sebelumnya menyatakan menolak program MBG dan mengancam akan membakar sekolah-sekolah di Papua.   

Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi mengatakan OPM akan berhadapan dengan TNI-Polri jika membuat ancaman membakar sekolah. 

"Kalau ada ancaman-ancaman seperti itu, mereka akan berhadapan dengan TNI/Polri," kata Hasan dikutip dari Kompas.com, Rabu (5/2/2025). 

Hasan menegaskan Makan Bergizi Gratis akan tetap berjalan di Papua. Sebab, ini adalah program yang akan dijalankan di seluruh wilayah Indonesia.

"MBG adalah program universal yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Papua," ujar Hasan.

Sebelumnya, muncul ancaman dari TNPBP OPM Kodap VIII Intan Jaya yang mengancam akan membakar seluruh sekolah yang ikut menjalankan program Makan Bergizi Gratis.

Mereka menilai program MBG adalah langkah pemerintah untuk meracuni generasi muda di Papua.

Merespons ini, Markas Besar (Mabes) TNI meningkatkan pengamanan di sekolah-sekolah usai adanya ancaman OPM.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Hariyanto, mengatakan pengamanan tersebut melibatkan Polri dan pemerintah daerah (Pemda) setempat.

"Pengamanan terhadap fasilitas pendidikan, termasuk sekolah-sekolah di wilayah yang berada di daerah rawan OPM, menjadi perhatian serius TNI," kata Kapuspen kepada Kompas.com, Selasa (4/2/2025) malam.

"Kami bekerja sama dengan Polri dan pemerintah daerah untuk meningkatkan keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya tenaga pendidik dan muridnya," tambahnya. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved