Selasa, 5 Mei 2026

NTT Terkini

Pemprov NTT Imbau Warga Waspada Bencana Hidrometeorologi Akibat Curah Hujan Tinggi 

Pemprov NTT mengeluarkan imbauan kepada warga agar Waspada Bencana akibat Curah Hujan Tinggi 

Tayang:
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/HO
KONFERENSI PERS - Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto saat konferensi pers terkait cuaca dan potensi bencana di musim hujan di kantor Gubernur NTT pada Kamis, 30 Januari 2025. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah NTT  mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTT.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terhadap potensi bencana seiring puncak musim hujan yang sedang berlangsung. 

Peringatan itu disampaikan Penjabat Gubernur NTT Andriko Noto Susanto Kamis (30/1/2025).

Andriko mengatakan, curah hujan tinggi dengan durasi yang panjang dapat memicu berbagai Bencana Hidrometeorologi, seperti banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan petir.

Baca juga: Pelaku Wisata Labuan Bajo Diminta Waspada Cuaca Ekstrem hingga 3 Februari

"Peningkatan intensitas hujan berpotensi menimbulkan bencana di berbagai wilayah NTT. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera mengambil langkah mitigasi," ujar Andriko dalam konferensi pers di Kantor Gubernur NTT, Kamis, 30 Januari 2025.

Andriko mencontohkan, hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) baru-baru ini menyebabkan longsor di Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih. 

Akibatnya, arus lalu lintas terhambat selama empat jam. Pemerintah berharap Balai Jalan segera menangani situasi tersebut dengan mengerahkan alat berat.

Dalam upaya menghadapi potensi bencana, berbagai instansi diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Balai Wilayah Sungai (BWS) NTT diinstruksikan untuk segera memperbaiki jaringan irigasi primer dan sekunder yang rusak guna mencegah banjir di daerah rawan. 

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT diminta untuk memperkuat mitigasi bencana dan koordinasi dengan instansi terkait.

Untuk mengantisipasi dampak bencana terhadap ketahanan pangan, Andriko meminta Bulog memastikan ketersediaan stok beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Baca juga: BMKG Ingatkan Nelayan dan Pelaku Wisata di Labuan Bajo Hati-hati Gelombang Tinggi saat Cuaca Ekstrem

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTT, Sti Nenotek, mengungkapkan bahwa saat ini hampir seluruh wilayah NTT mengalami puncak musim hujan. Meskipun fenomena La Nina dalam kategori lemah, potensi munculnya bibit siklon tropis masih perlu diwaspadai hingga April mendatang.

"Pada April tahun sebelumnya, NTT pernah terdampak siklon tropis. Oleh karena itu, kami mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi kemungkinan kejadian serupa," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD NTT, Kornelis Wadu, menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG dalam upaya mitigasi bencana, khususnya di daerah rawan longsor dan banjir.

Menghadapi cuaca ekstrem ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana.

Jika terjadi hujan deras dalam waktu lama, warga diminta segera mencari tempat yang lebih aman dan melaporkan kondisi darurat kepada pihak berwenang.

"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami mengajak seluruh elemen, untuk bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalkan dampak bencana," pesan Kornelis. (cr19).

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved