Minggu, 10 Mei 2026

Nasional Terkini

Survei Indikator Politik: Publik Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo Subianto dalam 100 hari pemerintahan mencapai 79,3 persen. 

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
KOMPAS.COM
Presiden Prabowo Subianto pamit untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke India di Lapangan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (23/1/2025). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam 100 hari pemerintahan mencapai 79,3 persen. 

Demikian hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Senin (27/1/2025). Survei dilaksanakan selama 16-21 Januari 2025. 

Pendiri Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, hasil survei tersebut tidak jauh berbeda dengan hasul survei Litbang Kompas yang menunjukkan 80,9 persen publik puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto. 

"Approval Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan puas 13,5 persen, yang mengatakan cukup puas 65,8 persen, jadi total ada 79,3 persen. Kalau kita bandingkan dengan survei terakhir Kompas awal Januari itu mirip ya," ujar Burhanuddin dalam jumpa pers virtual, Senin. 

"Kompas mengumumkan 80,9 persen. Kami temukan 79,3 persen. Sedikit lebih rendah dibanding Kompas. Tapi secara statistik tidak berbeda antara temuan Kompas dengan temuan Indikator Politik Indonesia," katanya.

Di sisi lain, Burhanuddin memaparkan, rakyat yang tidak puas dengan kinerja Prabowo mencapai 16,9 persen.

Menurut Burhanuddin, capaian tersebut merupakan modal politik yang besar bagi Prabowo.

"Mengindikasikan bulan madu politik dengan publik belum berakhir. Ini agak berbeda dengan misalnya kalau kita bandingkan dengan masa pemerintahan Jokowi ya," ujar dia. 

Baca juga: Survei Indikator Politik: Dua Menteri Prabowo Berkinerja Terbaik, Disusul AHY dan Mayor Teddy

Burhanuddin menyebutkan, pada 100 hari pertama pemerintahan Joko Widodo, angka kepuasan publiknya terpangaruh oleh kebijakan tidak populer, yakni menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Situasi yang dialami Prabowo juga berbeda dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disebut tidak memiliki masa bulan madu cukup panjang.

"Karena ada drama Century dan juga isu politik yang terkait dengan elite Partai Demokrat," kata Burhanuddin. 

Ia pun memperkirakan masa bulan madu politik dengan publik di era Prabowo akan berlangsung lebih lama.

Terlebih, Prabowo membatalkan kenaikan pajak pertumbuhan nilai (PPN) menjadi 12 persen yang ditolak rakyat.

"Kemarin sempat ada isu kenaikan PPN secara umum, tetapi kemudian Presiden dan Kemenkeu sepertinya berubah, hanya menaikkan PPN 12 persen hanya kepada barang mewah. Dan itu yang membuat kepuasan kepada Presiden Prabowo relatif masih tinggi," kata Burhanuddin.

Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode multi-stage random sampling dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved