Bencana Banjir dan Longsor

Pencarian Korban Longsor di Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah Terkendala Cuaca

Upaya modifikasi cuaca dan pengerahan alat berat bakal dilakukan untuk memperlancar pencarian korban tanah longsor di Pekalongan.

Editor: Agustinus Sape
KOMPAS/RADITYA MAHENDRA YASA
Jalan alternatif Pekalongan-Banjarnegara yang menghubungkan Kecamatan Doro dengan Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terputus karena timbunan longsoran, Rabu (22/1/2025). 

POS-KUPANG.COM, PEKALONGAN - Pencarian korban longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terkendala cuaca ekstrem dan belum adanya alat berat. Untuk mengatasi kendala itu, teknologi modifikasi cuaca bakal diterapkan dan alat berat didatangkan dari luar daerah.

Bencana tanah longsor yang melanda Desa Kasimpar pada Senin (20/1/2025) malam menelan korban jiwa dan korban luka. Hingga Rabu (22/1/2025), sebanyak 20 korban meninggal dunia ditemukan dalam pencarian. Sementara itu, sebanyak 13 orang luka-luka sehingga harus dirawat di rumah sakit dan puskesmas terdekat.

Sebanyak tujuh orang dilaporkan hilang, diduga menjadi korban dalam bencana tersebut. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, pencarian terhadap tujuh orang yang masih hilang itu bakal dilakukan hingga seluruhnya ditemukan.

"Memang standar operasional prosedurnya, pencarian dilakukan 7x24 jam. Tetapi tadi kami sepakat, walaupun sudah lewat 7x24 jam, apabila belum ketemu dan ahli waris masih berharap ditemukan, kami akan tambah waktu untuk melakukan pencarian. Mudah-mudahan sebelum hari ketujuh sudah ditemukan," kata Suharyanto di Pekalongan, Rabu.

Menurut Suharyanto, cuaca ekstrem menjadi kendala dalam pencarian para korban. Supaya proses pencarian korban tidak terhambat, teknologi modifikasi cuaca bakal diberlakukan selama dua hari hingga sepekan, mulai Kamis (23/1/2025) besok. Hal itu juga diharapkan bisa meminimalkan potensi bencana susulan.

Suharyanto menambahkan, belum adanya alat berat di lokasi bencana juga menjadi kendala dalam pencarian korban. Alat berat kesulitan didatangkan ke lokasi bencana karena ada tiga jembatan yang putus akibat longsor.

"Nanti akan didatangkan alat berat dari luar daerah Pekalongan, dari Banjarnegara, Jateng, untuk membantu proses pencarian. Untuk penanganan jembatan yang rusak, pakai jembatan bailey dari Pemerintah Provinsi Jateng," ujarnya.

Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana menuturkan, sekitar 550 personel gabungan dari berbagai instansi, sukarelawan, dan warga dikerahkan dalam penanganan bencana itu. Mereka dilibatkan dalam pencarian orang hilang, membuka akses jalan, hingga memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana.

Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan senilai Rp 207 juta untuk menangani bencana tanah longsor di Pekalongan. Selain itu, BNPB juga menyalurkan bantuan senilai Rp 289 juta.

Nana pun mengimbau masyarakat untuk terus waspada. Sebab, cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga Februari.

Dia juga mengingatkan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota sampai tingkat desa agar mewaspadai lokasi rawan bencana sampai cuaca ekstrem selesai.

"Kami minta agar masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana banjir dan longsor agar diungsikan ke tempat aman," ucap Nana.

Baca juga: Banjir dan Longsor di Pekalongan: Tim Gabungan Temukan 2 Jenazah, Total Korban Meninggal 19 Orang

Dalam upaya pencarian korban, Kepolisian Daerah Jateng telah mengerahkan tiga anjing pelacak dari Unit K9 Direktorat Sabhara. Tiga ekor anjing tersebut sudah berada di lokasi sejak Selasa (21/1/2025). Tiga anjing itu disebut berhasil membantu petugas menemukan tiga korban yang tertimbun longsor.

"Upaya pemulihan di lokasi bencana juga melibatkan dua unit ekskavator untuk mempercepat pembukaan jalur menuju lokasi terdampak.

Dengan terbukanya akses jalan, distribusi bantuan dan pemulihan masyarakat terdampak diharapkan dapat berjalan lebih efektif," kata Kepala Polres Pekalongan Ajun Komisaris Besar Doni Prakoso Widamanto. (kompas.id)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved