Selandia Baru
Gunung Api Lepas Pantai Erupsi, Selandia Baru Naikkan Kode Peringatan Penerbangan
Kode penerbangan dinaikkan menjadi oranye, tingkat tertinggi kedua setelah merah, yang memperingatkan akan emisi abu yang signifikan.
POS-KUPANG.COM - Para pejabat Selandia Baru telah menaikkan kode peringatan penerbangan untuk gunung berapi lepas pantai Whakaari/Pulau Putih, yang mengeluarkan uap besar dan gumpalan gas serta terkadang abu.
“Gunung berapi tersebut tidak mengalami erupsi aktif, namun aktivitas yang terjadi saat ini dapat mengarah ke episode erupsi baru,” kata badan pemantau bahaya alam GeoNet dalam sebuah pernyataan di situs webnya, Senin di Wellington.
Kode penerbangan dinaikkan menjadi oranye, tingkat tertinggi kedua setelah merah, yang memperingatkan akan emisi abu yang signifikan.
Dalam dunia penerbangan, kode warna oranye menunjukkan bahwa gunung berapi sedang meletus dengan sedikit atau tanpa abu atau sedang mengalami peningkatan aktivitas dengan kemungkinan letusan yang lebih tinggi.
Penerbangan menggunakan kode warna untuk membantu pengambilan keputusan mengenai rute penerbangan dan keselamatan penerbangan, terutama untuk penerbangan jarak jauh.
Kode warna biasanya sesuai dengan tingkat peringatan, dengan warna hijau menunjukkan normal, kuning menunjukkan peringatan, oranye menunjukkan perhatian, dan merah menunjukkan peringatan. Namun, ada kalanya bahaya yang dihadapi sektor penerbangan dan masyarakat di darat berbeda.
Pengukuran dari penerbangan pengawasan pada akhir pekan menunjukkan peningkatan emisi gas serta abu di atmosfer, kata badan milik negara tersebut. Secara keseluruhan, hal ini menunjukkan bahwa episode letusan baru mungkin akan dimulai, katanya.
Pulau yang terletak di lepas pantai timur Pulau Utara (North Island) ini meletus secara tiba-tiba pada bulan Desember 2019 dan menewaskan 22 orang, sebagian besar wisatawan, yang berada di pulau tersebut pada saat itu. Wisatawan sudah tidak bisa lagi berkunjung.
GeoNet mengatakan tingkat kewaspadaan vulkaniknya tetap di angka 2, yang berarti “aktivitas vulkanik sedang hingga tinggi.”
Sebelumnya, beberapa bandara di Flores hingga Bali Indonesia sempat ditutup beberapa waktu karena gangguan abu vulkanik dari letusan gunung api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT. Penerbangan baru dibuka kembali setelah letusan gunung tersebut perlahan reda, namun warga sekitar gunung masih berada di pengungsian dengan radius 7-9 km dari kawah gunung. Bahkan mereka mungkin tidak akan tinggal kembali di tempat mereka semula karena sudah ada kebijakan relokasi dari pemerintah.
Erupsi gunung Lewotobi Laki-laki sudah terjadi secara simultan sejak akhir 2023, namun letusan yang tidak terduga terjadi pada 3-4 November 2024 yang memakan korban jiwa sebanyak 9 orang. Korban harta benda tidak terhitung. Semua tanaman dan bangunan dalam radius hingga 7 km mengalami kebakaran dan kerusakan akibat terkena lontaran material bersuhu sangat tinggi dari kepundan gunung tersebut. Sejak itulah terjadi pengungsian seluruh warga di sekitar gunung.
Mereka mengungsi ke wilayah Sikka, tetapi juga ke wilayah Flores Timur sendiri mulai dari Konga hingga Lewolaga di mana kini telah menjadi lokasi pengungsian terpusat. (bnnbloomberg.ca)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/KODE-PENERBANGAN-ORANYE-ADA-GUNUNG-MELETUS_1.jpg)