Senin, 13 April 2026

Berita Rote Ndao

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako Meroket di Rote Ndao

Pedagang di Kelurahan Metina, Mina Malelak mengaku efek kenaikan harga bahan pokok ini mulai terasa sejak awal Desember 2024.

Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/MARIO TETI
Suasana para pedagang di Kelurahan Metina, Rote Ndao 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, BA'A - Menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, harga kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Rote Ndao meroket naik.

Pedagang di Kelurahan Metina, Mina Malelak mengaku efek kenaikan harga bahan pokok ini mulai terasa sejak awal Desember 2024.

"Bawang putih yang sebelumnya dijual Rp 50 ribu per kilogram kini menjadi Rp 60 ribu. Bawang merah juga naik drastis dari Rp 15 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram," ucap Mina, Kamis, 12 Desember 2024.

Tak hanya itu, ia menambahkan, harga cabai turut meroket dari Rp 15 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

Begitu pun harga tomat mengalami kenaikan dari Rp 25 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

Selanjutnya jeruk nipis bahkan melonjak dari Rp 20 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

Harga sayur mayur pun ikut melonjak naik. Sebelumnya harga tiga ikat Rp. 10 ribu berubah menjadi satu ikat Rp 5.000. 

Mina mengungkapkan, kenaikan harga ini dipengaruhi cuaca buruk dan fluktuasi harga, sehingga biaya pengangkutan meningkat.

Kenaikan harga pada komiditi daerah asal memengaruhi harga jual di tingkat lokal sehingga memicu keluhan dari para pembeli.

Kendati begitu, Mina menyatakan dirinya tetap optimis menghadapi situasi ini.

Baca juga: Per Oktober 2024, Total Kendaraan Bermotor di Kabupaten Rote Ndao Capai 22,12 Ribu Unit

Ia berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan dan memberikan bantuan modal usaha untuk mendukung pedagang kecil.

Dia percaya kerja keras dan dukungan pemerintah bisa membantu meringankan beban pedagang.

Ia juga meyakini bahwa masyarakat dan pedagang di Rote Ndao tentu bijak menyiasati kenaikan harga selama periode liburan Nataru.

Di samping itu, selama 31 tahun Mina berjualan ataupun berdagang, ia berhasil menyekolahkan lima anaknya hingga perguruan tinggi. (rio)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved