Berita Manggarai Barat
Bupati Manggarai Barat Minta Penutupan TN Komodo Bertahap bukan Serentak
Menurutnya penerapan secara bertahap ini agar penutupan Taman Nasional Komodo itu tidak melumpuhkan pariwisata Labuan Bajo
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi meminta penutupan berkala Taman Nasional Komodo dilakukan secara bertahap, dan harus didahului sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku wisata di Labuan Bajo.
"Kami ingin menitipkan pesan kepada Kementerian Pariwisata, Kementerian KLHK. Besar harapan kami agar jangan diberlakukan secara serentak. Kita mengedepankan yang namanya untuk bersosialisasi," kata Edi Endi belum lama ini.
Menurutnya penerapan secara bertahap ini agar penutupan Taman Nasional Komodo itu tidak melumpuhkan pariwisata Labuan Bajo.
"Kalaupun itu dilaksanakan, lagi-lagi kami berharap itu dilakukan secara bertahap. Karena kalau diibaratka mobil direm serentak maka sama dengan mematikan kepariwisataan di Labuan Bajo," ujar Ketua DPW Nasdem NTT itu.
Sebelumnya BTNK telah melakukan sosialisasi rencana penutupan berkala kawasan Taman Nasional Komodo kepada para pelaku pariwisata di Labuan Bajo pada 20 Agustus 2024. Sosialisasi itu dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, warga dan sejumlah asosiasi pariwisata.
Baca juga: Ganasnya Ora di Loh Sebita Taman Nasional Komodo Labuan Bajo
Saat sosialisasi itu BTNK menegaskan tak ada penutupan permanen Taman Nasional Komodo. Rencana penutupan yang dimaksud adalah penutupan sementara secara periodik.
Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Hendrikus Rani Siga mengusulkan penutupan Taman Nasional Komodo dilakukan sehari dalam satu minggu.
"Bahwa skema penutupan yang dibayangkan bapak ibu sekalian yang jangka panjang, satu tahun atau satu bulan atau enam bulan itu tidak ada dalam bayangan saya. Konsep yang kami diskusikan dalam berbagai forum mungkin, kalau memungkinkan, satu hari dalam seminggu kawasan itu diberikan kesempatan untuk beristirahat," ujar Hendrikus.
Hendrikus menegaskan penutupan kawasan Taman Nasional Komodo untuk mengurangi dampak aktivitas wisata terhadap kawasan tidak dilakukan dalam waktu yang lama atau permanen.
Rencana penutupan Taman Nasional Komodo sejauh ini masih dalam kajian. Kajian itu ditargetkan selesai Desember 2024.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/edi-endi-soal-judi-online.jpg)