Rabu, 17 Juni 2026

Konflik Israel Hamas

Paus Fransiskus: Hentikan Perang di Gaza

Paus sejak pecah perang di Gaza Oktober 2023, baik melalui doa maupun seruan-seruan publiknya, mendesak agar perang di Gaza segera dihentikan.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM/HO-MARCO SOLO
Pastor Marco Solo Kewuta SVD menyampaikan seruan Paus Fransiskus agar semua pihak yang terlibat segera gencatan senjata untuk menghentikan perang di Gaza. 

POS-KUPANG.COM, VATIKAN - Banyak orang bertanya, bagaimana posisi dan pendapat Paus Fransiskus tentang perang di Gaza?

Paus Fransiskus sejak awal pecah perang di Gaza Oktober 2023 lalu selalu berusaha, baik melalui doa maupun seruan-seruan publiknya, mendesak agar perang di Gaza segera dihentikan. 

Berita tentang ini berseliweran di berbagai media, terutama di media online. Bagaimana mungkin seorang pejuang kemanusiaan sejati menutup mata terhadap penderitaan manusia demikian besarnya?

Dalam laporannya, Padre Marco Solo dari Vatikan, Jumat (16/08/2024) kemarin, menyampaikan bahwa pada Kamis 15 Agustus 2024, pada kesempatan Doa Angelus (tengah hari) di Lapangan Santo Petrus, Vatikan pada hari Umat Katolik merayakan Pesta Bunda Maria diangkat ke Surga, Paus Fransiskus sekali lagi menegaskan soal sikapnya atas Perang di Gaza.  

"Saya terus mengikuti dengan rasa cemas situasi kemanusiaan yang sangat serius di Gaza dan mengulangi seruan saya untuk gencatan senjata di semua lini, pembebasan sandera dan bantuan kepada warga yang kelelahan. Saya menyerukan kepada semua orang untuk melakukan segala yang mungkin untuk mencegah konflik ini berkembang, dan mengandalkan negosiasi atau perundingan untuk memastikan bahwa tragedi ini segera berakhir!” ujar Padre Marco mengutip pernyataan Paus Fransiskus.

Baca juga: Paus Fransiskus dan Pemimpin Gereja Ukraina Kutuk Serangan Rusia di Rumah Sakit Anak-anak di Kyiv

Padre Marco Solo adalah satu-satunya pejabat Vatikan yang berasal dari Indonesia.

Vatikan meminta presiden Iran untuk menahan diri

Ketika dunia bersiap menghadapi pembalasan Iran atas pembunuhan seorang pemimpin Hamas yang tinggal di ibu kota Iran, Menteri Luar Negeri Vatikan memohon kepada presiden baru Iran untuk tidak meningkatkan konflik Timur Tengah.

Kardinal Pietro Parolin, Menteri Luar Negeri Vatikan, berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada awal 12 Agustus, menurut Matteo Bruni, direktur kantor pers Vatikan.

Kardinal, kata Bruni, “menyatakan keprihatinan serius Tahta Suci mengenai apa yang terjadi di Timur Tengah, menegaskan kembali perlunya menghindari perluasan konflik serius yang sedang berlangsung dan memilih dialog, negosiasi, dan perdamaian.”

Kardinal Parolin mengucapkan selamat kepada Pezeshkian atas terpilihnya Pezeshkian pada bulan Juli, kata Bruni, dan juga membahas “masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama” dengannya.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengutip Pezeshkian pada 4 Agustus yang mengatakan pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada 31 Juli, yang berada di Teheran untuk pelantikan Pezeshkian, adalah sebuah "kesalahan besar" dan "tidak akan dibiarkan begitu saja." Iran mencurigai Israel berada di balik pembunuhan tersebut.

Baca juga: Iran Tolak Permintaan untuk Tidak Melancarkan Serangan Balasan ke Israel

Paus Fransiskus, yang secara konsisten menyerukan Israel dan Hamas untuk menyetujui gencatan senjata, agar Hamas melepaskan sandera yang mereka tangkap pada bulan Oktober, dan agar Israel mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza, juga telah memohon agar Hamas berhati-hati dan menahan diri sejak kematian Haniyeh dan Israel yang mengakui pembunuhan komandan Hizbullah Fouad Shukur sehari sebelumnya dalam serangan udara di pinggiran kota Beirut.

“Saya sangat prihatin dengan apa yang terjadi di Timur Tengah, dan saya berharap konflik yang sudah sangat berdarah dan penuh kekerasan ini tidak akan meluas lebih jauh lagi,” kata Paus Fransiskus pada 4 Agustus lalu.

Baca juga: Israel Siap Merespons dengan Cara yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya Jika Diserang Iran

Tiga hari kemudian Paus mengatakan dia ingin “mengulangi permohonan saya kepada semua pihak yang terlibat agar konflik tidak meluas dan mungkin ada gencatan senjata segera di semua lini, dimulai dari Gaza, di mana situasi kemanusiaan sangat buruk dan tidak berkelanjutan".

(*ucanews.com)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
Live
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved