Rabu, 8 April 2026

Berita Kota Kupang

GMIT Kefas Kampung Baru Kupang Gelar Refleksi Kemerdekaan RI

Jemaat GMIT Kefas Kampung Baru menggelar malam refleksi Kemerdekaan RI ke-79 yang berlangsung di aula terbuka GMIT Kefas

|
Penulis: Hermina Pello | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
MALAM REFLEKSI - Kaum perempuan yang masuk dalam kategori Usia Indah atau Usinda mengisi pujian dalam kegiatan malam refleksi HUT ke -79 Kemerdekaan RI di Aula GMIT Kefas Kampung Baru, Jumat 16 Agustus 2024 malam. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Jemaat GMIT Kefas Kampung Baru Kota Kupang menggelar malam refleksi Kemerdekaan RI ke-79 yang berlangsung di aula terbuka GMIT Kefas.

Acara malam refleksi ini didahului ibadah yang dipimpin Pdt Rachel WL Seran Riwu-Lobo, S.Si Theol, Jumat 16 Agustus 2024. 

Tema malam refleksi Kemerdekaan RI ini adalah “Maju Bersama untuk Melayani Mewujudkan Manusia Baru.”

Ketua Paniitia Hari Raya Gerejawi, Christian Rupidara dalam sambutannya mengungkapkan malam refleksi ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur sebagai warga negara Indonesia atas berkat Tuhan untuk Kemerdekaan RI melalui para tokoh dan pejuang serta para pahlawan dengan segala pengorbanan.

Dengan adanya malam refleksi ini diharapkan agar jemaat bisa saling menghormati dan merawat perbedaan untuk mempersatukan, sesuai dengan sila ketiga Pancasila yakni Persatuan Indonesia.

Acara malam refleksi ini diisi acara lagu-lagu, ada juga tarian serta talkshow yang menghadirkan pembicara Pdt Jehezkiel Pinat, MTH dan Yusak Meok, SIP. Jemaat yang hadir dalam acara malam refleksi ini sebagian besar menggunakan pakaian merah putih. 

Pdt Jehezkiel mengungkapkan sebagai warga negara Indonesia dan anggota gereja maka harus melakukan yang terbaik. 

Baca juga: Ibadah Tutup Tahun 2022 : Jemaat GMIT Kefas Diingatkan Tetap Bersandar Pada Tuhan

“Tuhan menempatkan kita di sini tentunya ada maksud Tuhan. Dengan kehadiran kita, kita tidak hanya bicara tentang tanggung jawab rohani saja tapi kita harus melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Pdt. Jehezkiel mengingkatkan jemaat GMIT Kefas agar selalu menjaga kerukunan dan kebersamaan, seperti nilai-nila yang sudah diajarkan Tuhan Yesus.

Sementara Yusak Meok mengatakan  banyak orang yang masuk ke dunia politik lalu menjadi takabur. 

“Mengapa? Karena masuk ke dalam dunia politik ada banyak janji misalnya ada jabatan-jabatan tertentu sehingga orang itu menggunakan segala cara untuk meraih jabatan tersebut,” katanya.

Dia mengatakan sebagai seorang yang berkecimpung dalam dunia politik harus menjaga ritme dalam politik agar kehadiran itu bermakna. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved