KUR 2024

Penyaluran KUR 2024 Meningkat Dibandingkan Tahun 2023, Dian Ediana Rae Ungkap Alasannya

Realisasi penyaluran KUR 2024 OLEH 41 bank penyalur meningkat dibandingkan tahun 2023, Dian Ediana Rae mengungkap alasannya

Penulis: Kanis Jehola | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
PENYALURAN KUR 2024 - Realisasi penyaluran KUR 2024 yang dilakukan 41 bank penyalur meningkat dibandingkan tahun 2023, Dian Ediana Rae mengungkap alasannya. Ilustrasi penyaluran KUR 2024. 

POS-KUPANG.COM – Realisasi penyaluran KUR 2024 yang dilakukan 41 bank penyalur meningkat dibandingkan tahun 2023, Dian Ediana Rae mengungkap alasannya.

Diketahui, hanya dalam waktu lima bulan sejak Januari-31 Mei 2024, penyaluran dana KUR 2024 yang dilakukan 41 bank penyalur mencapai Rp 116,94 triliun.

"Adapun realisasi penyaluran KUR atas 41 bank penyalur KUR tahun 2024 sampai dengan 31 Mei 2024 telah mencapai Rp 116,94 triliun atau meningkat 45,72 persen kepada 1,99 juta debitur," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae di Jakarta, Senin (15/7/2024).

Realisasi penyaluran KUR 2024 tersebut, jelas Dian Ediana Rae, meningkat dibandingkan periode sebelumnya sampai dengan 31 Mei 2023 yang mencapai Rp 80,25 triliun.

Untuk itu, jelas Dian Ediana Rae, Pemerintah bersama OJK secara berkala terus melakukan evaluasi baik kompetensi, dan kondisi para bank penyalur KUR, sehingga dalam perjalanannya dimungkinkan suatu penyesuaian, alokasi ataupun penghentian penyaluran.

Hal itu disebabkan implementasi program menekankan tidak hanya berfokus terhadap peningkatan penyaluran, namun juga berfokus terhadap efektivitas program dalam mendorong keberlangsungan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia secara jangka panjang.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengkaji opsi perpanjangan restrukturisasi kredit terdampak COVID-19 hanya untuk kredit usaha rakyat (KUR).

Baca juga: Lima Bulan, Penyaluran KUR 2024 Capai Rp 116,94 Triliun, Simak Penjelasan OJK

Ia menilai kelompok kelas menengah ke bawah lebih membutuhkan perpanjangan restrukturisasi kredit tersebut.

“Ini sedang kita kaji dalam kebijakan KUR. Tadinya kan kita buat kelas menengah, tetapi kelihatannya kelas menengah ke bawah,” kata Airlangga, seusai konferensi pers One Map Policy Summit di Jakarta, Kamis (11/7/2024).

Menurut Airlangga, sektor perbankan saat ini masih mampu bertahan apabila menghadapi kemungkinan dicabutnya kebijakan restrukturisasi kredit tersebut.

“Ini perbankan merasa cukup resiliens sehingga tentu kita lihat yang (restrukturisasi kredit) KUR secara spesifik,” ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Lima Bulan, Penyaluran KUR 2024 Capai Rp 116,94 Triliun, Simak Penjelasan OJK,

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved