Konflik di Semenanjung Korea
Duta Besar Korea Selatan untuk PBB Kritik Transfer Senjata Korea Utara-Rusia
Duta Besar Korea Selatan untuk PBB, Hwang Joon-kook, mengkritik transfer senjata ilegal antara Korea Utara dan Rusia sebagai pelanggaran.
POS-KUPANG.COM - Duta Besar Korea Selatan untuk PBB, Hwang Joon-kook, mengkritik transfer senjata ilegal antara Korea Utara dan Rusia sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB, dan mengatakan bahwa membantu Rusia dalam invasi ilegal ke Ukraina adalah tindakan yang tidak bermoral.
Hwang mengeluarkan kritik tersebut pada hari Selasa dalam pertemuan DK PBB mengenai perdamaian dan keamanan di Ukraina di markas besar PBB di New York, ketika ia mencatat bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin berada di Pyongyang atas undangan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
Duta Besar mengatakan bahwa meskipun dunia mengamati dengan cermat kunjungan pertama Putin ke Korea Utara dalam 24 tahun terakhir, terdapat kekhawatiran bahwa Rusia, yang telah melemahkan pemantauan global terhadap sanksi terhadap Korea Utara, akan semakin memperkuat kerja sama militernya dengan Pyongyang.
Baca juga: Pyongyang Bersiap Saat Vladimir Putin Melakukan Kunjungan Pertama ke Korea Utara dalam 24 Tahun
Hwang membandingkan Rusia yang menggunakan hak vetonya untuk mengakhiri pemantauan sanksi PBB terhadap Korea Utara dengan menghancurkan kamera CCTV agar tidak tertangkap basah.
Duta Besar menekankan bahwa tidak hanya keuntungan yang diperoleh Rusia dari kerja samanya dengan Korea Utara tetapi juga imbalan yang diterima Korea Utara dapat mengancam perdamaian dan keamanan internasional.
Dia menekankan bahwa kesepakatan militer antara kedua negara telah menjadi masalah keamanan internasional yang serius di luar Asia dan Eropa, dan komunitas internasional akan menanggapinya dengan tegas.
(world.kbs.co.kr)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Duta-Besar-Korea-Selatan-untuk-PBB-Hwang-Joon-kook_01.jpg)