Minggu, 12 April 2026

Berita Nasional

Maman Suherman Beri Tips Bagi Wartawan Ajang Anugerah Jurnalistik Pertamina 2024 

kemauan jurnalis untuk melihat dan menggali lebih banyak data juga sangat penting. Sebab, sumber menjadi pertanggungjawaban. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Maman Suherman (kiri), salah satu dewan juri Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) saat membawakan materi di media Gathering yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga di Malang, Jawa Timur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Salah satu tim juri Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2023, Maman Suherman membagi tips dalam ajang AJP 2024 bagi wartawan

Maman Suherman hadir dalam acara Media Gathering Bali Nusra bertajuk  Energizing Force Together yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga di Malang, Jawa Timur, Jumat 14 Juni 2024 di Same Hotel. 

Salah satu penulis terkemuka itu bilang, tulisan akan masuk dalam penilaian jika memiliki kebermanfaatan bagi banyak orang. Tidak harus, kata dia, tulisan itu harus memberi ruang lebih besar atau sekedar memuji Pertamina. 

Lain sisi, sebuah tulisan yang ekslusif pun mampu membawa penilai untuk melihat lebih jauh. Sebab, tulisan ekslusif akan membawa pembaca untuk merasakan kejadian atau peristiwa yang dilakukan penulis. 

Baca juga: Berita Viral Pemkot Surabaya Gandeng Gojek dan Pertamina Hadirkan Bengkel Pitstop Manyar Cek Info

"Akan sangat mudah untuk mengetahui, tulisan itu copy atau bukan," kata dia. 

Penuturan yang disampaikan, menurut dia perlu terstruktur. Hal itu agar membuat pembaca bisa merasakan keadaan atau kondisi yang diceritakan. 

Kekuatan tulisan juga terletak pada basis data pada sumber yang terverifikasi. Kemauan jurnalis untuk melihat dan menggali lebih banyak data juga sangat penting. Sebab, sumber menjadi pertanggungjawaban. 

Maman Suherman membagi delapan elemen penting dalam penulisan. Delapan elemen itu adalah penyaih, penuntun akal, investigator, penyaksi atau merasakan langsung, agregator cerdas, penyedia forum dan panutan. 

Dia mencontohkan tulisan peraih AJP 2023, Kekson Salukh. Menurut dia, delapan elemen yang ada lengkap dilakukan Kekson Salukh. Maman Suherman menyebut, tulisan itu sangat ekslusif dengan unsur subyektifitas yang tinggi, karena berupa tulisan future. 

Maman Suherman mengatakan, dia dan beberapa dewan juri lainnya sempat mencari tulisan itu ke mesin pencari dan tidak ditemukan. Artinya tulisan future itu benar ekslusif. 

Dia menyinggung juga tentang pengajuan foto bagi pewarta foto. Menurutnya, foto yang kayak dinilai adalah foto bercerita. Keterangan pada foto hanya memperkuat foto itu sendiri. Di AJP, kategori ini hanya mengirimkan tiga foto. 

Pada jurnalis televisi, Maman Suherman menyarankan agar gambar yang dihasilkan agar tidak mengulang dan memastikan durasi itu terpenuhi. Rangkaian cerita gambar harus sejalan dengan apa yang disampaikan narator. 

Begitu juga, kata dia, dengan kategori radio. Jurnalis perlu mendramatisir cerita itu dalam suara di radio agar pendengar pun bisa merasakan apa yang disampaikan. (fan) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS


 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved