Rabu, 22 April 2026

Liga 1

Teco Masih Berharap Bali United Masuk Kompetisi Level Asia

Dua klub terbaik Liga 1 musim ini berkesempatan mengikuti Piala Champions Asia 2 untuk tim juara dan Kualifikasi AFC Challenge Cup untuk runner up.

Editor: Dion DB Putra
BALI UNITED
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra alias Teco (kiri). Teco masih berharap timnya bermain di kompetisi level Asia. 

POS-KUPANG.COM, GIANYAR - Bali United bakal absen dalam kompetisi antar klub Asia musim depan. Serdadu Tridatu gagal finish di posisi satu maupun dua, posisi yang bakal mewakili Indonesia di kancah Asia. AFC hanya memberikan jatah dua slot untuk klub Liga 1 Indonesia.

Dua klub terbaik Liga 1 musim ini berkesempatan mengikuti Piala Champions Asia 2 untuk tim juara dan Kualifikasi AFC Challenge Cup 2024/2025 untuk tim runner-up.

Liga Champions Asia 2 (ACL 2) 2024/2025, bakal diikuti sebanyak 32 peserta yang dibagi menjadi delapan grup.

Juara Liga 1 Indonesia 2023/2024 nantinya mendapatkan tiket mentas di ACL 2 lewat jalur babak play-off. Juara Liga 1 bakal masuk ke grup wilayah Timur babak play-off bergabung dengan tim juara dari Vietnam, Hongkong, Filipina, Singapura, dan Korea Utara.

Sementara itu, klub Indonesia tidak mendapatkan kesempatan di Liga Champions Asia Elite (ACLE) yang dihuni klub-klub dari negara seperti Arab Saudi, Qatar, Iran, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Irak, Jepang, Korea Selatan dan China, Australia, Thailand, dan Malaysia.

AFC baru saja merilis ranking kompetisi klub Asia musim 2023/2024 pada Senin 27 Mei 2024.

Hasilnya Liga Indonesia berada di peringkat ke-28 level Asia dan posisi ke-6 di Asia Tenggara. Kompetisi klub di Arab Saudi menjadi pemimpin di Asia dengan nilai tertinggi 103,1 poin.

Sedangkan di level Asia Tenggara, Thailand menjadi rajanya dengan 49,5 poin, disusul Malaysia dan Vietnam, Singapura, Filipina, baru kompetisi klub Indonesia di urutan keenam dengan 14,8 poin.

Namun Stefano Cugurra rupanya masih memiliki harapan. Bali United dengan lisensi Asia yang dimiliki bisa mewakili Indonesia di kancah Asia apabila klub dari Indonesia tidak memenuhi lisensi AFC.

"Ya kami tidak tahu, yang bisa terjadi sama tim ada di atas nomor satu sama dua kadang-kadang di AFC tidak lolos soal fasilitas atau apa. Waktu tidak lolos, waktu Bali masuk pasti lebih bagus buat kami," ujar Teco.

Teco mengatakan, meski sering gagal di AFC, namun bisa memberikan banyak pengalaman bagi para pemain, khususnya pemain muda untuk mendapatkan jam terbang. Di antaranya Rahmat Arjuna. Mentas di kancah Asia menumbuhkan rasa percaya diri pemain.

"Kami tahun ini main di AFC, saya pikir banyak pemain punya kesempatan main di luar negara. Kami lawan tim Australia ada Mariners Juara AFC Cup tahun ini, pengalaman ini bagi pemain bisa dipakai di dalam liga lebih siap, juga bagus buat bisa main di AFC," kata Teco.

Pembuktian di Batakan

Sementara itu, pemain Bali United, Rahmat Arjuna semakin mendapat menit bermain lebih banyak dari pelatih. Rahmat mengaku bersyukur dan akan meningkatkan performanya untuk Liga 1 musim depan.


Saat ini dia yakin bisa menaklukkan Borneo FC dalam laga perebutan peringkat ketiga Liga 1. Rasa percaya dirinya berkaca pada pertemuan pertama.

"Pasti kesempatan yang besar buat saya dipercaya Coach Teco saya bermain berusaha berikan yang terbaik buat tim, bantu tim kedepannya saya harus lebih baik lagi. Kemarin (lawan Borneo FC) kami punya banyak peluang tapi finishing kurang. Seperti coach bilang, kami akan berusaha nanti di Batakan tampil lebih baik," pungkas Rahmat Arjuna. (Adrian/tribun bali)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved