Senin, 18 Mei 2026

Berita Ngada

Distan Ngada Terus Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas 

Pihaknya juga memberikan perhatian khusus untuk Tanaman Horti pemicu inflasi dengan menggunakan greenhouse.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR 
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada, Eda Ngole  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar 

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Pemerintah kabupaten Ngada, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus mendorong para petani untuk meningkatkan produktivitas sesuai dengan potensi pertanian masing-masing.

Pemkab melalui Dinas, mendorong itu didukung dengan bantuan -bantuan berupa  Pupuk, benih dan tenaga pendamping.

Kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Ngada, Eda Ngole mengatakan pemetaan Potensi pertanian di kabupaten Ngada sudah dilakukan. Hal itu didorong untuk meningkatkan fokus dan produktivitas petani.

Misalnya kata Eda, ada tiga kecamatan yang menjadi sentra produktivitas tanaman hortikultura yaitu Kecamatan Golewa, Golewa Barat dan Kecamatan Bajawa.

Baca juga: Penilaian SKI Kemenkes RI, Kabupaten Ngada Terkecil se-NTT 

Sementara di Kecamatan dengan dataran rendah fokus pada budidaya buah-buahan

“Pengembangan hortikultura, kami fokus di tiga kecamatan, Kecamatan Bajawa, Golewa dan Golewa Barat, beberapa daerah dataran rendah fokus di buah, ada juga pepaya ” katanya Selasa 28 Mei 2024.

Mendukung itu, pihaknya terus memberikan pendampingan yang intens, dengan bantuan pupuk maupun benih.

“Pengembangan itu kami memberikan bantuan, baik berupa pupuk  organik, pupuk cair dan padat. Selain itu juga memberikan bantuan benih dan greenhouse. untuk mengantisipasi pengembangan hortikultura di musim hujan,” tambahnya.

Pihaknya juga memberikan perhatian khusus untuk Tanaman Horti pemicu inflasi dengan menggunakan greenhouse.

“Komoditi yang pemicu-pemicu inflasi kita kembangkan dalam greenhouse agar terlindungi sehingga menghindari gagal panen atau terserang hama,” ujar Eda.

Lebih lanjut Kadis Eda mengatakan, kendala yang dihadapi selama ini adalah faktor sumber daya petani yang belum memadai. Selain itu juga, meskipun begitu banyak bantuan yang diberikan oleh Dinas namun ada kendala pola pikir pada petani.

Hal itu akan terus di dorong oleh Dinas Pertanian Ngada, melalui pola pendampingan.

“Dengan tenaga pendampingan di lapangan kita terus mendorong petani agar tingkatkan produktivitas dengan menghasilkan hasil pertanian yang berkualitas sehingga kita bisa bersaing,” tutupnya.(Cr2).

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved