Sabtu, 11 April 2026

Berita Nasional

Korban Bencana Banjir di Sumbar Akan Dapat Bansos Adaptif 

Bantuan sosial adaptif itu tengah dipersiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos). 

Editor: Ryan Nong
HUMAS BNPB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kemeja dan rompi cokelat) saat meninjau lokasi dan memberikan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak banjir lahar dingin dan longsor di Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Darat, Sumatera Barat, pada Selasa (14/5/2024). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -Para korban yang terdampak bencana banjir bandang lahar dingin di Sumatera Barat (Sumbar) dipastikan akan mendapatkan bantuan sosial adaptif atau bansos adaptif. 

Bantuan sosial adaptif itu tengah dipersiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos). 

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (21/5/2024), Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos Robben Rico menyebut pihaknya mendata para korban untuk menerima bansos itu.

Baca juga: Banjir Sumatera Barat: BNPB Akan Perkuat Mitigasi dan Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Galodo

 

Robben Rico mengatakan pihaknya telah menugaskan Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kesejahteraan Sosial Agus Zainal Arifin untuk mencatat para korban dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Karena banyak rumah yang hilang, banyak yang meninggal jadi ini kami minta khusus untuk melakukan perekaman terhadap korban-korban yang posisinya butuh kita berikan bansos adaptif segera,” kata Robben dikutip dari Kompas.com.

Robben mengatakan, DTKS adaptif tersebut diadakan untuk membantu para korban, khususnya warga yang sebelumnya mampu tidak terdata tetapi menjadi tidak mampu akibat terdampak bencana.

Oleh karena itu, Kemensos akan mencatat nama para korban terdampak bencana yang ada di wilayah Sumbar ke dalam bansos adaptif. Namun, dia belum merincikan soal besaran bantuan bansos adaptif karena masih dalam tahap pengumpulan data.

“Supaya bisa bantu karena kalau dia yang bersangkutan, tadinya kan punya usaha itu, kemudian kalau hilang semua kan miskin mendadak,” ujar Robben.

“Nah, kalau tidak terdata di DTKS kan tidak bisa kita bantu untuk bansos dan bantuan lainnya, karena kami kan harus pertanggung jawabkan anggaran yang kami keluarkan,” katanya lagi.

Dalam kesempatan itu, Robben mengatakan, Kemensos juga telah menurunkan tim untuk membantu para korban, termasuk yang mengalami trauma.

Berdasarkan catatannya, hingga Senin (20/5/2024) malam, ada sekitar 200 anak yang mendapatkan pelayanan pemulihan trauma (trauma healing).

“Hari ini yang sudah dieksekusi itu kurang lebih sudah 200 anak, laporan tadi malam. Nanti video kami sampaikan ke bapak,” kata Robben.

Untuk diketahui, banjir bandang lahar dingin melanda wilayah Sumatra Barat pada 11 Mei 2024. Bencana itu dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu Gunung Marapi.

Akibat bencana tersebut, empat kabupaten terdampak cukup parah, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Panjang, dan Kabupaten Padang Pariaman.

Kemudian, 61 orang dikabarkan meninggal dunia. Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih ada 14 orang dilaporkan hilang. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved