World Water Forum
Forum Air Sedunia: Indonesia Laporkan 15 Proyek Sanitasi dan Air Bersih Senilai 1,6 Miliar Dollar AS
Kompilasi komitmen dibagi ke dalam sejumlah bidang, yakni pusat keunggulan air dan iklim; pengelolaan danau lestari; ketersediaan dan akses air bersih
POS-KUPANG.COM, NUSA DUA - World Water Forum atau Forum Air Sedunia Ke-10 membuahkan deklarasi tingkat menteri yang salah satu pokoknya menyebutkan kompilasi komitmen proyek sejumlah negara dan organisasi internasional. Dalam kompilasi itu, terdapat 15 proyek sanitasi dan air bersih di Indonesia yang nilainya diperkirakan 1,6 miliar dollar AS.
Kompilasi komitmen itu dibagi ke dalam sejumlah bidang, yakni pusat keunggulan air dan iklim; pengelolaan danau lestari; ketersediaan dan akses air bersih dan sanitasi; pengetahuan dan inovasi dalam sektor air; pengelolaan risiko dan ketahanan terhadap bencana; serta kebijakan dan pengelolaan air secara lestari.
Mengacu pada laman resmi Forum Air Sedunia, Pemerintah Indonesia meminta perwakilan negara, organisasi internasional, dan mitra untuk mendaftarkan komitmen dan inisiatif di bidang air secara dalam jaringan (daring) dengan tenggat 18 April 2024.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memerinci, total komitmen dalam kompilasi itu mencapai 113 proyek dengan nilai 9,4 miliar dollar AS. Nilai ini setara dengan Rp 150,96 triliun berdasarkan acuan kurs Bank Indonesia. ”Salah satunya berupa proyek penyediaan air minum bagi 3 juta rumah tangga serta proyek pengelolaan air limbah domestik bagi 300.000 rumah tangga,” ujarnya dalam konferensi pers setelah membacakan deklarasi tingkat menteri di Nusa Dua, Bali, Selasa (21/5/2024).
Komitmen-komitmen yang menjadi lampiran deklarasi tingkat menteri itu bertujuan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 6 tentang air bersih dan sanitasi. Adapun Forum Air Sedunia berlangsung di Nusa Dua, Bali, 18-25 Mei 2024.
Baca juga: Total 4.463 personel TNI AD Akan Amankan World Water Forum di Bali
Ketika ditanya mengenai rincian proyek yang menyangkut Indonesia, Basuki menunjuk Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Ervan Maksum untuk memaparkan.
Dalam lembaran kertas yang dipegang Ervan, tercatat ada 23 proyek di bidang ketersediaan dan akses air bersih dan sanitasi. Sebanyak 15 proyek di antaranya menyangkut Indonesia. Berdasarkan perhitungan, nilai total proyek-proyek itu diperkirakan menyentuh angka 1,6 miliar dollar AS.

Salah satu inisiatif proyek yang dilaporkan dalam kompilasi itu adalah Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2024 tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik. Ervan menyebutkan, proyek ini menggunakan anggaran, pendapatan, dan belanja negara tahun 2024 dengan nilai Rp 6 triliun-Rp 7 triliun.
Nilai ini tercatat paling tinggi dibandingkan proyek dan inisiatif lain di Indonesia. ”Anggaran ini untuk menambah sambungan rumah. Kita sudah buat SPAM (sistem penyediaan air minum) dan perlu disambungkan ke masing-masing rumah,” ucapnya.
Selain itu, ada juga program penyediaan air minum berbasis masyarakat dengan nilai proyek sekitar 646,5 juta dollar AS dan waktu pengerjaan enam tahun. Program ini diperkirakan dapat bermanfaat bagi 1,46 juta rumah tangga. Komitmen berikutnya ialah inisiatif dengan Bank Dunia untuk memperkuat akses 6 juta orang yang tinggal di perkotaan terhadap air dengan nilai sekitar 100 juta dollar AS.
Baca juga: Sukseskan World Water Forum di Bali, BNPB Operasikan Teknologi Modifikasi Cuaca
Pemerintah Indonesia juga mencatatkan komitmennya untuk menjamin ketersediaan air mentah bagi masyarakat di pulau-pulau kecil terluar Indonesia dengan membangun reservoir, pipa saluran air, serta sumur air tanah. Proyek ini diperkirakan senilai 6,1 juta dollar AS dengan waktu pembangunan satu tahun.
Ada pula komitmen yang menyasar sejumlah daerah secara spesifik. Misalnya, Jerman dan Indonesia mengadakan proyek untuk meningkatkan akses sanitasi di wilayah daerah aliran sungai Citarum melalui sistem pengelolaan air limbah domestik yang inovatif. Proyek ini diperkirakan mencapai 188,5 juta dollar AS dengan pengerjaan selama lima tahun.
Tak hanya Jerman, Australia juga akan membangun infrastruktur pengolahan air limbah (wastewater treatment plant) dan penguatan kemampuan pemerintah dalam pengelolaan sanitasi di Palembang, Sumatera Selatan. Proyek itu bernilai 84,12 juta dollar AS dan berlangsung selama delapan tahun.
Australia juga akan memperkuat sanitasi dan ketersediaan air di permukiman kumuh (informal settlement) di Makassar, Sulawesi Selatan. Rencana itu setara dengan 2,56 juta dollar AS dan berlangsung sekitar tiga tahun.
Sejumlah lembaga maupun swasta turut urun tangan membentuk program dan inisiatif di daerah. Di wilayah Nusa Tenggara, lembaga Humanity First Indonesia mengadakan proyek yang menyediakan air minum di desa-desa terpencil dengan nilai sekitar 92.000 dollar AS dan berlangsung sekitar satu tahun.
Adapun lembaga Save the Children Indonesia dan Cargill berencana menjalankan proyek edukasi senilai 500.000 dollar AS mengenai pentingnya sanitasi dan kebersihan untuk penduduk lokal dan anak-anak di Kalimantan selama tiga tahun.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.