Bencana Banjir
Banjir di Nagan Raya Provinsi Aceh Berangsur Surut
Banjir akibat luapan Sungai Krueng Kulu dan Krueng Tadu yang berada di Kabupaten Nagan Raya Aceh sejak Senin (13/5) dini hari saat ini berangsur surut
POS-KUPANG.COM, JAKARTA – Banjir akibat luapan Sungai Krueng Kulu dan Krueng Tadu yang berada di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh sejak Senin (13/5) dini hari, saat ini berangsur surut.
Hal itu berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada Selasa (14/5) pukul 06.01 WIB. Banjir tersebut sempat merendam sekitar 480 unit rumah milik 480 kepala keluarga yang berada di empat kecamatan terdampak. Kecamatan yang dimaksud ialah Kecamatan Tadu Raya, Kecamatan Beutong, Kecamatan Kuala dan Kecamatan Suka Makmue.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya pada saat kejadian langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pihak setempat guna melakukan penanganan bencana lebih lanjut.
Sementara itu prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk wilayah Kabupaten Nagan Raya pada hari ini dan besok, masih ada potensi hujan dengan itensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang.
Baca juga: Banjir dan Tanah Longsor Melanda Aceh Selatan, Sebanyak 8.142 Jiwa Terdampak
BNPB turut mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk mengantisipasi potensi terjadinya banjir susulan akibat curah hujan yang diprediksi masih akan turun di wilayah Kabupaten Nagan Raya. Adapun yang bisa dilakukan adalah dengan memantau kondisi cuaca dan ikuti imbauan dari petugas dari lembaga yang berwenang. Kemudian jika hujan turun dengan durasi satu jam dan jarak pandang sekitar 50 centimeter tidak terlihat jelas, segera mengungsikan diri secara mandiri ke tempat lebih tinggi dan aman.
Alat Berat Pulihkan Akses Kota Padang
Pascalongsor di Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, pemerintah daerah mengerahkan alat berat. Upaya ini untuk membuka akses jalan yang tertutup material tanah longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang juga menyampaikan pengerahan alat berat juga bertujuan untuk memudahkan petugas dalam evakuasi korban terdampak tanah longsor tersebut. Kegiatan pada hari ini, Senin (13/5), petugas gabungan melanjutkan upaya evakuasi korban setelah pembersihan material longsor.
Lokasi terdampak tanah longsor ini berada di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan. Tercatat korban meninggal dunia 1 orang, luka berat 1, luka ringan 2, sedangkan 1 warga belum dievakuasi.
Kerugian aset warga tercatat kendaraan roda empat sebanyak 2 unit yang terseret longsoran.
Kejadian ini berlangsung setelah hujan dengan intensitas sedang mengguyur kawasan Sitinjau Lauik. Titik longsoran berada di kelok 2 Sitinjau Lauik.
Kaji cepat tim BPBD Kota Padang menyebutkan luas area terdampak seluas 20 meter dan lebar 10 meter. Bencana ini terjadi pada Minggu (12/5), pukul 17.16 WIB.
Secara umum, wilayah Sumatra Barat masih berpotensi hujan lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada hari ini, Senin (13/5). BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi basah.
Demikian siaran pers BNPB yang dibagikan Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/BANJIR-DI-KABUPATEN-NAGAN-RAYA_044.jpg)