Rabu, 6 Mei 2026

Piala Asia U23

Catatan Sepak Bola: Senjata Rahasia Guru Shin

Ketenaran sang arsitek tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia asal Korea Selatan itu jauh melampaui apa yang dia bayangkan sendiri.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dion DB Putra | Editor: Edi Hayong
kolase-Extra Time Indonesia@idextratime-CNN Indonesia
Shin Tae-yong alias STY, pelatih asal Korea Selatan yang kini menghantar Timnas U23 Indonesia masuk babak semi final Piala Asia U23 2024. 

Oleh : Dion DB Putra

POS-KUPANG.COM - Puja puji seantero persada Nusantara seolah menjadi milik tunggal Pelatih Shin Tae-yong. Bukan Erick Thohir, Marselino Ferdinan atau bahkan presiden dan wakil presiden terpilih.

Ketenaran sang arsitek tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia asal Korea Selatan itu jauh melampaui apa yang dia bayangkan sendiri.

Di mana-mana orang berdikusi dan bercakap tentang nama Shin. Shin Tae-yong alias STY jadi bahan 'omon-omon' di lapak pasar, forum arisan keluarga, pangkalan ojek, warteg bahkan di ruang mewah hotel bintang lima.

Pelatih Shin Tae-yong juga menjadi buah bibir di tanah airnya sendiri. Betapa tidak, dialah yang memutuskan rekor Korea Selatan lolos ke Olimpiade 10 kali berturut-turut.

"Jika Korea melaju ke Olimpiade untuk ke-10 kalinya berturut-turut, itu akan menjadi rekor yang sangat sulit dipecahkan di dunia. Namun nyatanya saya yang menghentikan rekor tersebut. Saya benar-benar minta maaf kepada rakyat Korea Selatan," kata Pelatih Shin Tae-yong.

Setelah Indonesia memenangi pertandingan melalui adu penalti yang panjang, STY mendatangi ofisial dan pemain Korea dan menghibur mereka.

Namun, publik Korea Selatan memberi apresiasi positif atas pencapaian STY bersama Timnas Indonesia. Ada warganet Korea yang menjulukinya sebagai guru pembawa keajaiban bagi sepak bola Indonesia.

Baca juga: Peta Kekuatan Uzbekistan, Lawan Tangguh Indonesia di Semifinal Piala Asia U23

Baca juga: Semifinal Piala Asia U23: Indonesia Jumpa Uzbekistan, Jepang Bentrok dengan Irak

Dalam video wawancara YouTube MBC News Mbig News, mayoritas masyarakat Korea memberi dukungan buat STY.

"Jangan merasa menyesal Tuan Shin, pertandingan hari ini luar biasa. Saya harap Anda bisa membawa Indonesia ke Olimpiade!” komentar @jinyeol1985.

"Orang itu adalah Guru Shin Tae-yong! Makhluk ajaib yang mengubah Indonesia! Dia telah menjadi objek penghormatan lebih dari banyak politisi lain di Korea. Selamat. Melihat mereka menghibur pemain entah kenapa membuatku menangis. Semua orang bekerja keras. Saya harap dapat menyaksikan anda dan timnas Indonesia di Paris!!!!" tulis @junghyunjun1012.

"Selamat atas kemenangan Anda Guru! Saya harap Indonesia kembali menang, dan apa pun hasilnya, masyarakat Korea sangat bangga." tulis @cgkim1063.

Tempat Istimewa

STY menghadirkan euforia yang belum pernah ada dalam sejarah persepakbolaan Indonesia modern selama lebih dari lima puluh tahun.

Uniknya, STY sesungguhnya belum memberi trofi juara apapun yang bergengsi untuk skuat Merah Putih. Tapi dia telah mendapat tempat sangat istimewa di hati masyarakat bola negeri ini.

Kiranya sudah berjilid-jilid ulasan para pengamat soal keutamaan, keunggulan dan kepiawaian STY selama mengasuh timnas Indonesia sejak 2019 dibandingkan pelatih timnas sebelumnya.

Saya terkesan dengan pandangan pengamat sepak bola dari negeri jiran Malaysia, Keesh Sundaresan.

Menurut Sundaressan, kontribusi terbesar Pelatih Shin Tae-yong adalah mengatasi inferiority complex alias rasa rendah diri para pemain Timnas Indonesia.

Inferiority complex merupakan gangguan kepribadian seseorang yang meragukan kemampuan dirinya atau merasa rendah diri.

Kondisi ini membuat pengidapnya kehilangan rasa percaya diri dan selalu merasa kurang dalam berbagai aspek kehidupan seperti intelektual, sosial, dan fisik. Dia merasa minder.

"Lawan Australia, Yordania, Jepang, Irak, Indonesia tetap bermain tanpa rasa takut dan gusar. Bagi saya, kemampuan mengatasi itu mungkin kontribusi terbesar Shin Tae-yong kepada pemain-pemain Indonesia," kata Keesh Sundaresan di akun Youtube Astro Arena, Kamis (25/4/2024).

Seperti dikutip Kompas.com, perbincangan itu tercipta seiring sukses Timnas U23 Indonesia melaju ke babak semifinal Piala Asia U23 2024.

Tim asuhan Pelatih Shin Tae-yong lolos setelah menang dramatis atas Korea Selatan lewat adu penalti 11-10 (2-2).

Dalam perbicangan bertajuk "Timnas Indonesia Luar Biasa, Menyala di Balik Kesedihan Malaysia", Keesh Sundaresan mengatakan, para pemain sepak bola di Asia Tenggara kerap tersandera rasa rendah diri, sehingga berdampak pada cara bermain mereka di lapangan.

Perasaan rendah diri alias minder muncul karena menganggap timnya tak cukup bagus dibandingkan negara-negara yang sepak bolanya dipandang lebih unggul seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, Arab Saudi, Australia dan lainnya.

"Bagi saya, ada satu wabah yang kerap membelenggu sepak bola Asia Tenggara yaitu inferiority complex," kata Keesh Sundaresan.

"Sebagai sebuah kawasan, kita dilihat sebagai kawasan kecil, tak begitu besar, tak begitu penting walaupun ada populasi besar di sini yaitu Indonesia," ujarnya.

"Inferiority complex ini, saat kita merasa lebih kecil, tidak cukup bagus, tidak sebesar negara-negara lain, itu akan selalu ada di dalam pikiran. Itu berdampak pada cara kita bermain terutama di kompetisi tertinggi," ujar Keesh Sundaresan.

Akan tetapi, sejak diasuh Shin Tae-yong, Keesh Sundaresan melihat Indonesia sukses mengatasi rasa minder tersebut dan bermain tanpa rasa takut saat melawan tim-tim besar.

"Kita lihat Piala Asia tempo hari dan Piala Asia U23 ini, Indonesia tidak menunjukkan rasa takut," ucapnya.

Sundaresan benar. Timnas Indonesia senior tampil apik di Piala Asia 2023 yang berlangsung di Qatar 12 Januari hingga 10 Februari 2024.

Indonesia kala itu bergabung di Grup D bersama Jepang, Irak dan Vietnam. Indonesia bermain tanpa beban melawan Jepang dan Irak. Meskipun kalah dengan skor identik 1-3 dari kedua tim, pasukan Garuda bermain elegan.

Baca juga: Piala Asia U23, Statistik Pertandingan Didominasi Timnas U23 Indonesia Dibandingkan Korea Selatan

Dalam tiga laga tim asuhan STY selalu mencetak gol termasuk kemenangan 1-0 atas Vietnam. Skuat Garuda yang tidak diunggulkan justru lolos ke babak 16 besar, pertama dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Dua bulan berselang skuat asuhan Shin Tae-yong kembali menyala. Bahkan kini menjadi satu-satunya wakil kawasan Asia Tenggara yang melaju ke babak semifinal Piala Asia U23 2024.

Tim debutan ini baru menelan satu kekalahan dari tuan rumah Qatar di fase grup. Selanjutnya Rizky Ridho dkk menang atas Australia 1-0, dan unggul 4-1 atas Yordania.

Di babak perempat final, Indonesia bermain imbang 2-2 selama dua jam melawan tim raksasa Korea Selatan, sebelum akhirnya menang 11-10 via adu penalti yang menegangkan.

Jamahan tangan dingin STY menghadirkan ketahanan fisik dan stamina para pemain timnas saat ini mengagumkan. Mereka mampu bermain dengan kebugaran apik selama berjam-jam.

Stamina Timmas Indonesia sebelum era STY lazimya hanya bagus selama 50 hingga 60 menit. Pada 15 menit terakhir umumnya yang sudah loyo sehingga kehilangan konsentrasi dan mudah kemasukan gol.

Semuanya berubah di tangan Guru Shin Tae-yong. Sudah banyak testimoni bahwa metode latihan fisik ala STY memang keras dan disiplin tinggi termasuk urusan makan dan minum.

Kini hanya dalam hitungan jam, Timnas U23 Indonesia akan melawan Uzbekistan pada babak semifinal Piala Asia U23.

Laga penting tersebut akan bergulir di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Senin (29/4/2024) malam mulai pukul 22.00 WITA.

Sukses mengusir minder alias inferiority complex pemain Indonesia merupakan senjata rahasia Guru Shin Tae-yong meladeni Uzbekistan yang rekornya amat meyakinkan.

Tim dari Asia Tengah itu menjalani 4 laga di Piala Asia U23 2024 dengan kemenangan mutlak. Mereka mencetak 12 gol, dan belum kebobolan! Uzbekistan juga runner-up Piala Asia U23 tahun 2022.

Sungguh lawan yang tangguh. Tapi tak ada yang mustahil bagi skuat Merah Putih untuk melangkah lebih jauh di kejuaraan kelompok usia muda ini. Final sudah di depan mata.

Jika melaju ke babak final, Timnas Indonesia otomatis meraih tiket Olimpiade Paris 2024. Kalaupun kalah melawan Uzbekistan, masih ada dua pertandingan bagi Garuda Muda guna memprebutkan tiket tersebut.

Di tangan Sang Guru Shin, kita boleh mengharapkan keajaiban lagi. Juara Asia dan bermain di Olimpiade Paris. Bagaimana menurut tuan dan puan?

Salam bola! (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved