Pilkada Manggarai Timur
Pilkada Manggarai Timur, Yohanes Rumat Sebut Baik-Baik Saja Terkait Isu Pecah Kubu PKB
Saya kira pikiran itu tendensius, karena apa tendensius karena menyebut nama orang itu tidak etis
Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG - Jelang Pilkada Manggarai Timur 2024, isu pecah di tubuh PKB Kabupaten Manggarai Timur antara kubu Yohanes Rumat selaku Ketua DPC PKB Manggarai Timur dan Tarsisius Syukur selaku Sekertaris DPC PKB Manggarai Timur ramai dibicarakan di publik Manggarai Timur.
Yohanes Rumat dibicarakan dipublik menjagokan Herman Hemmy untuk maju pada Pilkada Manggarai Timur. Sedangkan Tarsisius Syukur merupakan kader PKB sendiri minim didukung.
Terkait dengan hal ini, Yohanes Rumat ketika dikonfirmasi wartawan mengaku hubungan keduanya baik-baik saja.
"Baik-baik saja, welcome, saling ketawa,"ujar Yohanes kepada wartawan, Jumat 26 April 2024.
Baca juga: Maju di Pilkada Manggarai Timur, Ferdy Hasiman Ingin Bangun Konektivitas Lintas Pantura dan Selatan
Yohanes mengatakan, menghadapi Pilkada Manggarai Timur 2024, PKB membuka pendaftaran bagi siapa saja masyarakat Manggarai Timur yang ingin maju pada Pilkada Manggarai Timur, sebab PKB merupakan partai milik rakyat Manggarai Timur.
Terkait pendaftaran ini, kata Yohanes Rumat pihaknya telah memberikan semua syarat dokumen kepada bakal calon baik bupati maupun wakil bupati atau Paket yang mendaftar di PKB termasuk Herman Hemmy dan paket AKUR.
Menurutnya semua kandidat mempunyai hak yang sama untuk diusung DPC, DPW, dan terakhir di DPP jika semua dokumen dinyatakan lengkap. Dan nantinya DPP akan menentukan kandidat mana yang akan diusung.
"Kita sudah distribusikan semua aturan ke bakal Calon yang mau mendaftar di PKB. Terkait Herman Hemmy punya hak yang sama untuk diusung ke DPP apabila semuanya berkas lengkap," terangnya.
Yohanes juga menerangkan, selanjutnya DPP akan melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan (UKK) dan UKK ini menjadi salah satu syarat yang wajib yang harus ditaati oleh para Balon baik bupati maupun wakil bupati.
Selain itu juga tentu dilakukan survei oleh DPP terhadap para kandidat tersebut. Survei ini juga tanpa sepengetahuan DPC, DPW maupun masing-masing kandidat.
Karena itu elektabilitas para kandidat di tengah-tengah masyarakat juga sangat diperlukan untuk bisa dilihat oleh DPP PKB selanjutnya menentukan atau merekomendasikan kandidat atau paket yang terbaik untuk diusung.
Disinggung terkait pemberitaan yang beredar bahwa Ketua DPC PKB lebih memilih mendukung Herman Hemmy ketimbang Tarsisius Syukur sebagai kader PKB itu sendiri, kata Yohanes, itu pikiran tendensius.
"Saya kira pikiran itu tendensius, karena apa tendensius karena menyebut nama orang itu tidak etis. Semuanya sama rata apa itu anak kandung, anak luar, anak jauh PKB tidak pernah pakai yang begitu, itu jaman dulu. Itu tendensius terlalu. Itu bukan kewenangan saya, itu urusan orang jakarta,"ujarnya.
Yohanes Rumat juga menepis pemberitaan bahwa dirinya mengeluarkan statment bahwa ada pelacur politik atau pembangkangan dengan menyebut nama orang. Bahkan Ia mempersalahkan wartawan karena ingin mencoba untuk mencari-cari masalah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/paket-AKUR-daftar-di-PKB.jpg)