Rabu, 6 Mei 2026

Berita Internasional

Prabowo Dikunjungi Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair

Prabowo menyatakan merasa terhormat atas kunjungan Blair. Ia mengungkapkan bahwa diskusi di antara dirinya dan Blair pun berlangsung hangat.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
DOKUMENTASI KEMHAN
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (19/4/2024). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Hanya selang sehari setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyambangi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (19/4/2024). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas masalah pertahanan dan isu-isu global.

Prabowo Subianto menerima kunjungan Tony Blair, yang juga Executive Chairman Tony Blair Institute (TBI) di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (19/4/2024). Tony Blair didampingi oleh Country Director TBI Indonesia Shuhaela Haqim.

Prabowo menyatakan merasa terhormat atas kunjungan Blair. Ia mengungkapkan bahwa diskusi di antara dirinya dan Blair pun berlangsung hangat dan sangat produktif.

”Ini menjadi diskusi yang produktif karena kedua pihak dapat saling bertukar pikiran terkait pertahanan dan isu-isu global lainnya,” ujar Prabowo.

Penegakan keamanan dan stabilitas negara

Shuhaela Haqim menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati salah satu kunci pencapaian kemakmuran dan perbaikan kualitas hidup rakyat Indonesia adalah melalui strategi transformasi bangsa yang membutuhkan penegakan keamanan dan stabilitas negara.

Selain itu, diperlukan pula berbagai upaya strategis seperti penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui pemberian makanan bergizi, pemberdayaan ekonomi lokal, transformasi digital, dan penerapan inklusi keuangan. Semua ini merupakan langkah transformatif untuk menjadi negara maju,” ujar Shuhaela.

Di akhir pertemuan, Blair memberikan sebuah buku memoar yang ditulis olehnya sendiri, berjudul A Journey. Buku tersebut berisi tentang kisah perjalanan politik Blair.

”Carbon storage”

Sebelumnya, Kamis (18/4/2024), Blair juga telah bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta. Mereka membahas sejumlah hal, seperti alur logistik, penyimpanan karbon, dan digitalisasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Adapun Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Anas.

Saat memberikan keterangan seusai pertemuan, Bahlil mengungkapkan, pembahasan antara Presiden Jokowi dan Tony Blair mencakup rencana pemanfaatan penyimpanan karbon di Indonesia yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan negara baru. Hal ini akan dikelola untuk memberi insentif bagi industri yang masuk Indonesia.

”Kami berbicara tentang bagaimana carbon storageyang sudah kita putuskan kemarin bahwa 70 (persen) dalam negeri, 30 (persen) luar negeri,” kata Bahlil. Sehubungan hal itu disepakati supaya dibentuk tim kecil untuk mempercepat realisasi investasi tersebut.

Di sisi lain, Anas menuturkan, transformasi digital pun akan terus dipercepat. Tony di dalam pertemuan meyakinkan bahwa tidak ada cara yang lebih cepat untuk melipatgandakan pencapaian negara dan birokrasi yang efisien kecuali melalui program digitalisasi.

Tim dari TBI meminta INA Digital sebagai govtech Indonesia segera diluncurkan. Kemudian, TBI akan membantu integrasi berbagai sistem layanan.

Proyek Perluasan Jaringan Internet

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi bertemu dengan Perdana Menteri Inggris 1997–2007 Tony Blair di Jakarta, Jumat (19/4/2024). Pertemuan membahas kerja sama pusat data nasional, kebutuhan perluasan konektivitas internet, identitas kependudukan digital, serta kerangka kerja aturan kecerdasan buatan.

Pembicaraan antara Budi dan Blair berlangsung selama 30 menit, dari sekitar pukul 16.00 WIB hingga 16.30 WIB. Pertemuan berlangsung di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dalam konferensi pers seusai pertemuan, Budi mengatakan, Blair lewat Tony Blair Institute for Global Change (TBI) akan memberikan masukan-masukan terhadap program pusat data nasional, kebutuhan perluasan konektivitas internet secara nasional, dan identitas kependudukan digital. Masukan TBI akan berbasis studi kasus, terutama dari negara-negara yang lebih dulu memiliki program serupa.

Pertemuan berlangsung setelah Budi mengindikasikan akan ada pelaksanaan uji coba satelit telekomunikasi orbit rendah Starlink di Ibu Kota Nusantara (IKN). TBI memberikan dukungan untuk uji coba ini melalui penyediaan sejumlah perangkat Starlink yang akan terpasang di berbagai lokasi di IKN.

Starlink merupakan satelit telekomunikasi orbit rendah yang dioperasikan oleh perusahaan roket SpaceX yang didirikan miliarder Elon Musk.

Country Director TBI Indonesia Shuhaela Haqim, dalam siaran persnya, menyatakan mendukung uji coba Starlink di IKN. Hal itu sekaligus bagian dari komitmen TBI Indonesia untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai bangsa digital yang maju.

”Ini juga selaras dengan agenda Pemerintah Indonesia untuk menjadikan Indonesia bangsa yang lebih tangguh, dengan mendorong akselerasi transformasi digital sebagai salah satu pilar kebijakan utama Indonesia saat ini,” katanya.

Blair tidak ikut dalam konferensi pers bersama Budi. Mendampingi Budi dari jajaran pemimpin Kominfo adalah Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria serta Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan.

Dalam kunjungan selama dua hari di Jakarta, Blair terlebih dulu melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Ia juga bertemu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di kantor Kementerian Pertahanan.

Nezar Patria mengatakan, pemerintah ingin memperluas konektivitas internet ke seluruh daerah di Indonesia. Satelit Starlink hanyalah salah satu contoh teknologi yang butuh studi apakah satelit ini cocok atau tidak untuk mendukung perluasan konektivitas.

”Kami dan Tony Blair beserta jajaran TBI mendiskusikan sejumlah opsi teknologi telekomunikasi dalam pertemuan tadi, bukan semata-mata Starlink,” katanya.

TBI, menurut Nezar, selama ini sudah berperan sebagai supervisi atau asisten teknik dan membuka jejaring dengan pelaku ekosistem industri digital di Inggris. Di luar diskusi dukungan studi kasus pusat data nasional, kebutuhan perluasan konektivitas nasional, dan identitas kependudukan digital, Blair lewat TBI juga akan membantu merumuskan kerangka kerja regulasi kecerdasan buatan yang pas diterapkan di Indonesia.

”Selama ini Indonesia baru memiliki Surat Edaran Menkominfo Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Buatan. Tony Blair menaruh kekhawatiran yang sama dengan kami soal risiko kecerdasan buatan jenis generatif. TBI mempunyai 1.000 orang talenta yang mengembangkan ataupun studi dampak kecerdasan buatan generatif dari beberapa negara,” ucap Nezar.

Tony Blair dan Jokowi

Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Mereka membahas sejumlah hal seperti alur logistik, penyimpanan karbon, dan digitalisasi di Ibu Kota Nusantara atau IKN. Rencana investasi panel surya dari Uni Emirat Arab pun turut dibahas pada pertemuan tersebut.

Tony Blair yang juga Executive Chairman Tony Blair Institute (TBI) bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/4/2024) sekitar pukul 10.15 WIB. Blair didampingi Regional Managing Director TBI Asia Jalil Rasheed, Regional Director TBI South East Asia Damian Hickey, Country Director TBI Indonesia Shuhaela Haqim, dan Manajer TBI Indonesia David Batubara.

Adapun Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Anas.

Saat memberikan keterangan seusai pertemuan, Bahlil menuturkan, ada rencana investasi energi baru terbarukan terkait solar panel dari Uni Emirat Arab di IKN. Selain itu, masih ada investasi terkait penyimpanan karbon (carbon storage) dan beberapa alur logistik di IKN. ”Detailnya kami lagi susun,” ujar Bahlil.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan seusai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima Executive Chairman Tony Blair Institute Tony Blair, Kamis (18/4/2024).

Kerja sama investasi panel surya dari UEA ini akan dibahas lebih lanjut dengan fasilitasi Tony Blair Institute. Salah satu BUMN, yakni PT PLN (Persero), diperkirakan akan bekerja sama terkait kerja sama investasi panel surya berkapasitas 1,2 gigawatt tersebut.

Menurut Bahlil minat ini akan segera ditindaklanjuti. Kontrak diharapkan dapat ditandatangani tahun ini atau setidaknya bisa diselesaikan Otorita IKN.

Pembahasan antara Presiden Jokowi dan Tony Blair juga mencakup rencana pemanfaatan penyimpanan karbon di Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan negara baru. Hal ini akan dikelola untuk memberi insentif bagi industri yang masuk Indonesia.

Pembahasan antara Presiden Jokowi dan Tony Blair juga mencakup rencana pemanfaatan penyimpanan karbon di Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan negara baru. Hal ini akan dikelola untuk memberi insentif bagi industri yang masuk Indonesia.

”Kami berbicara tentang bagaimana carbon storage yang sudah kita putuskan kemarin bahwa 70 (persen) dalam negeri, 30 (persen) luar negeri,” kata Bahlil.

Sehubungan hal itu disepakati supaya dibentuk tim kecil untuk mempercepat realisasi investasi tersebut.

Digitalisasi

Anas menuturkan, transformasi digital pun akan terus dipercepat. Tony di dalam pertemuan meyakinkan bahwa tidak ada cara yang lebih cepat untuk melipatgandakan pencapaian negara dan birokrasi yang efisien kecuali melalui program digitalisasi,

Sampai saat ini, lanjutnya, sudah dilakukan 260 kali rapat untuk mendorong integrasi berbagai layanan digital yang sudah dibuat berbagai kementerian/lembaga secara sendiri-sendiri.

Presiden Joko Widodo menerima Tony Blair, mantan PM Inggris yang juga Executive Chairman Tony Blair Institute, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/4/2024). Investasi sektor energi baru terbarukan sampai transformasi digital dibahas.

”Khusus Digital ID saja kita memerlukan 36 kali rapat karena kewenangan IKD (Identitas Kependudukan Digital) ada di Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), tapi identitas digital dasar itu ada di Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika),” ujar Anas.

Diskusi mencari solusi pun perlu proses panjang. ”Alhamdullilah, kita sudah selesaikan ini semua sehingga govtech Indonesia telah melakukan proses 300 perekrutan talenta digital. Dan, ini akan melompat ke penyelesaian sistem portal nasional yang dikerjakan Kominfo, Kemendagri, BSSN, Bappenas, dan kami dari Kementerian PAN RB untuk mengintegrasikan portal lainnya,” tutur Anas.

Tim dari Tony Blair Institute (TBI) meminta INA Digital sebagai govtech Indonesia segera diluncurkan. Kemudian, TBI akan membantu integrasi berbagai sistem layanan.

(kompas.id)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved