Berita Viral Lokal
Berita Viral Lokal Setiap Orang Ada Masanya Dan setiap Masa Ada Orangnya Tapi Kepsek Ruteng-NTT ?
mantan Kepala Sekolah di SMP Negeri 6 Rentung di Kecamatan Ruteng Alfons Tanggur enggan lengser dari jabatan jadi Berita Viral Lokal
POS-KUPANG.COM - Beredar informasi di media sosial instagram dan menjadi Berita Viral Lokal tingkah oknum kepala sekolah yang diduga enggan lengser dari jabatannya.
Dalam tayangan di medsos seperti yang dikuti dari akun medsos @ntt.update menyebutkan, seorang oknum kepala sekolah (Kepsek)
di wilayah Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan perbuatan anehdan jadi Berita Viral Lokal
dengan mengunci semua ruang kelas lantaran kecewa hanya karena dirinya di copot dari jabatanya
Kondisi ini jadi Berita Viral Lokal sehingga membuat peserta didik tidak bisa mengikuti ujian dan menjadi Berita Viral Lokal.
Oknum yang sudah mantan Kepala Sekolah di SMP Negeri 6 Rentung di Kecamatan Ruteng, AT
melarang seluruh guru dan peserta didik untuk masuk ke ruang kelas pada 22 Maret 2024 .
AT melancarkan aksinya mulai pukul 08.00 Wita dengan mengunci semua ruang kelas hingga jam sekolah berakhir.
Kejadian itu membuat peserta didik kelas IX batal mengikuti ujian semester 6, demikian juga kelas VII dan VII yang seharusnya mengikuti ujian tengah semester hari keempat.
“Saya tidak izinkan siswa-siswi dan guru melaksanakan ujian,” katanya pada 22 Maret
“Saya menanti klarifikasi soal mutasi tanpa pemberitahuan. Dinas Pendidikan hanya pakai kuasa. Saya akan segel semua ruangan,” tambahnya.
Ia menyatakan tidak mempersoalkan dimutasi di SMPN Kajong di Kecamatan Reok Barat, tempat tugasnya yang baru
tetapi tidak menerima pencopotannya dari kepala sekolah.
“Saya tahu kewenangan bupati menggantikan orang,” kata Alfons,
Namun, katanya, ia mempersoalkan kebijakan pemerintah yang masih mempertahankan sejumlah kepala sekolah lain
dengan status pelaksana tugas selama dua dan tiga tahun.
“‘[Justru] saya kepala sekolah definitif yang diganti,” katanya Alfons yang mulai menjabat sejak 2022,
“Saya pertanyakan pencopotan saya, kenapa dan salah saya apa.”
“Saya tunggu klarifikasi dari Dinas Pendidikan. Sebagai orang Rentung, saya akan ganggu sampai ujian nasional nanti,” katanya.
Kepala Sekolah SMP Negeri 6 yang baru, Heri Sebatu mengatakan ia dan para guru kewalahan menghadapi aksi Alfons.
Ia mengaku berusaha menggunakan pendekatan kekeluargaan.
“Saya tadi bangun komunikasi yang baik, mengedepankan kekeluargaan karena memang faktanya kami ini keluarga semua,” katanya.
“Apa yang terjadi ini di luar kapasitas saya, tetapi saya juga tidak bisa membatasi Pak Alfons,” katanya. *).
Komentar warganet:
Astaganagaeeeee pak
Semoga bapa sonde kena bullyk wkwk
De kira dia yg bangun tu swkolH na wkwk
Bapa juga harus berilah contoh yang baik..
Pulang ko bobo diam2 dirumah tu paleng aman, bapa eee
Terkadang org dalam “dinas” kalo su mulai sonde basuka deng guru tertentu, maka nota dinas mutasi akan keluar. Tapi semoga sa ini mutasinya murni karena meman harus dipindahkan, bukan karena kepentingan orang2 tertentu.. untuk bapa kepsek na, kasian anak2. Dong punya hak mengikuti KBM disekolah, apalagi itu sekolah negeri.. semoga cepat terselesaikan
Kasus ini agak laen
Pokoknya kep ator sa, bw son peduli. Intinya bw su makan hbIs, tinggal taro kepala ko nao su
kepsek ju masalah Lampias pi anak" sekolah dong ni, susah su datang. wkwk
Bapa Pu masalah Jang libatkan anak⊃2; nanti baru urus di dinas sana ko Jang menghambat itu anak dong mau belajar. *).
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Baca juga: Berita Viral Lokal Kasus Dugaan Suanggi Kapolres Kupang Kota Terapkan Hukum RJ, Baru Pertama Kali

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.