Rabu, 15 April 2026

Berita Kota Kupang

Pedagang Beras di Kota Kupang Imbau Masyarakat Tidak Panik

Mereka mengungkapkan, persediaan beras Bulog di pasar masih aman karena Bulog mendistribusikan beras dua kali seminggu.

Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
Petugas membongkar beras Bulog yang akan didistribusikan ke kios-kios pedagang beras di pasar Kasih Naikoten Kota Kupang pada Senin, 21 Februari 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sejumlah pedagang beras di pasar tradisional Kota Kupang mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik.

Di tengah kenaikan beras premium, pemerintah menyediakan beras SPHP yang disalurkan Perum Bulog ke para mitra atau para pedagang di pasar-pasar tradisional di Kota Kupang.

Mustaqim, seorang pedagang mengaku sudah menjual beras sejak 1986 di Kota Kupang baru dua kali mengalami kelonjakan harga beras yang menyebabkan kepanikan di masyarakat.

"Cuma memang tahun 2023 hampir seluruh Indonesia kering.   Pemerintah sudah antisipasi siapkan beras dengan HET Rp11.500 . Apabila ditemukan pedagang menjual lebih dari HET sebagai koordinator saya coret dari daftar,"ungkap Mustaqim pada Rabu, 21 Februari 2024.

Sebagai koordinator mitra Bulog di Pasar Kasih Kota Kupang, ia mengimbau kepada semua masyarakat untuk tidak panik karena pemerintah sudah menyediakan beras sesuai kebutuhan saat ini. Ia juga disampaikan oleh Bulog bahwa persiapan beras Bulog banyak dan tidak naik harga.

Baca juga: Pemerintah Kucurkan Bansos Beras 10 Kg 2024, Cek Penerima di Link cekbansos.kemensos.go.id

"Kalau Bulog ini tidak pernah naik. Harga Rp11.500 dan selalu ada. Dropnya dua kali satu minggu cuma memang penjualannya itu dibatasi, kalau tidak dibatasi, banyak yang tidak dapat. Dari kantor ini tidak ada aturan untuk dibatasi cuma kita melihat di lapangan ada yang beli 5 karung, 10 karung. Kita takutnya orang yang beli banyak ini dijual kembali makanya kita layani satu, dua supaya merata,"ujarnya.

Kondisi serupa juga diungkapkan seorang pedagang, Akbar yang membuatnya terpaksa harus membatasi pembelian supaya semua orang bisa mendapat bagian. Pembatasan 5 kg per orang yang menurutnya bisa dihabiskan dalam waktu dua sampai tiga hari.

"Kalau kita di pasar Inpres pembagiannya ke mitra-mitra Bulog secara merata di setiap kios pengecer sebanyak 1 ton 250 kilo. Itu tidak sedikit karena kios banyak cuma, masyarakat ini yang panik. Dia datang beli pagi, dia juga ganti baju datang beli siang, ganti baju lagi datang lagi sore, ganti baju lagi datang malam,"ungkap Akbar.

Mereka mengungkapkan, persediaan beras Bulog di pasar masih aman karena Bulog mendistribusikan beras dua kali seminggu.

Dengan persediaan beras bulog yang melimpah di pasaran di tengah harga beras premium naik.

Menurut Mustaqim, pemerintah tidak mau jika ada pedagang yang mengambil keuntungan besar ditengah kesulitan. Mereka meminta kepada semua masyarakat agar tidak panik yang menyebabkan terjadinya panic buying. (dhe)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved