Berita Kota Kupang
Dua Kepala Keluarga di Pasir Panjang Kota Kupang Terdampak Bencana Longsor
Ricko mengatakan, pantauan tim BPBD Kota Kupang di lokasi kejadian memang kejadian itu hanya menyebabkan toilet di sekitarnya terkena dampak.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Dua kepala keluarga (KK) terdampak imbas dari longsor di Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang.
Longsor itu terjadi, Kamis (8/2/2024) di RT 16 RW 06 Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang Ricko Umar menyebut, longsor itu sebabkan naiknya aliran air di kali di dekat lokasi kejadian. Menurut dia, tumpukan sampah di saluran drainase membuat aliran air ikut meluap ke kali.
Ia menyebut, beberapa daerah termasuk Kelurahan Pasir Panjang akan terkena kiriman air atau banjir karena berada di daerah landai.
"Intensitas hujan tinggi, debit air ikut naik. Kebetulan yang dampak, dari hasil verifikasi di lapangan, itu panjangnya (longsor) sekitar 20 meter," kata dia, Jumat (9/2/2024).
Baca juga: Lurah Pasir Panjang Sayangkan Terbakarnya 8 Rumah di Asrama Brimob Polda NTT
Ricko mengatakan, pantauan tim BPBD Kota Kupang di lokasi kejadian memang kejadian itu hanya menyebabkan toilet di sekitarnya terkena dampak.
Selain itu, BPBD juga melakukan imbauan langsung ke Kelurahan Oebufu, terlebih di kampung Amanuban. Daerah itu cukup rawan karena berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS).
Kepala BPBD Kota Kupang Jimmy Didok menyebut, kerusakan akibat kejadian itu menyebabkan toilet dan sebagian rumah warga terkena longsoran.
"Mungkin karena tanah numpang juga. Penyebabnya karena peresapan, curah hujan tinggi jadi longsor itu," kata dia.
BPBD, kata dia, hanya melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi kejadian. Selanjutnya, BPBD mengirim data itu ke dinas teknis seperti PUPR maupun PRKP untuk melakukan tindak lanjut.
Selain longsor di Kelurahan Pasir Panjang, kejadian yang sama juga terjadi di RT 1 RW 1 Kelurahan Merdeka dan Kelurahan Nunhila berupa pohon tumbang.
Ia menyebut kejadian di Kelurahan Merdeka juga tidak ada korban jiwa. Rumah warga ikut terancam akibat gerusan banjir dengan aliran cukup deras.
"Kita BPBD sudah tangani satu hari penuh. Pohon tumbang tapi tidak ada korban," sebutnya.
Jimmy mengimbau warga Kota Kupang untuk tetap hati-hati. Ia menyebut BMKG telah menginformasikan hal itu ke BPBD dan sudah didistribusikan ke warga.
Warga yang ada di daerah DAS maupun memiliki pohon besar agar dipangkas sehingga tidak terjadi musibah di kemudian hari, apalagi ditengah anomali cuaca ini. (fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.