Berita Manggarai Barat
Konsorsium Ekosmira Gelar DKT Tahap III di Labuan Bajo Manggarai Barat
Ini harus dibangun sub sistem berkolaborasi menjadi ekosistem, untuk mewujudkan itu perlu kerja sama semua pihak
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Konsorsium Periset Program Ekosistem Kemitraan (Ekosmira) kembali menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) tahap III di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 19 Januari 2024.
Kegiatan yang berlangsung di kampus Poltek elBajo Commudus ini bertujuan untuk penguatan ekosistem kemitraan dalam pengembangan inovasi berbasis keunggulan daerah Nusa Tenggara Timur, khususnya wilayah Manggarai Barat.
Manggarai Barat menjadi lokasi ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Kupang, dan TTS. DKT di Manggarai Barat melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, perwakilan dunia usaha dan industri, perwakilan dari Poltek elBajo, dan media.
"Kami ingin mendapatkan gambaran terkait potensi di NTT dan perencanaan inovasi ketenagakerjaan yang berbasis pada potensi di wilayah NTT," ujar Ketua Tim Periset, Noldin Abola.
Baca juga: Akses Jalan Pantura Flores Tersisa 80 KM, Bupati Manggarai Barat: Dana Rp 500 M Harus Dikawal
Noldin menambahkan, riset ini akan dilakukan selama tiga tahun. Di tahun pertama nantinya akan dihasilkan perencanaan ketenagakerjaan dan rencana inovasi daerah berbasis potensi keunggulan daerah.
"Dari riset ini diharapkan kami memperoleh sejumlah data yang bisa menghasilkan suatu rumusan kebijakan bagi pemerintah provinsi, yang datanya tercermin dari data kabupaten," jelasnya.
Sementara itu Direktur Politeknik elBajo Commudus Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, berharap melalui diskusi terpumpun itu dihasilkan suatu ekosistem yang lebih mengoptimalkan potensi sumber daya alam menjadi sumber daya ekonomi, khususnya dalam menunjang pariwisata Labuan Bajo.
"Salah satunya membangun sub ekosistem di bidang peternakan, di bidang holtikultura, tanaman-tanaman yang mensupport pariwisata," ujarnya.
I Nengah juga menekankan pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata, sehingga kebutuhan industri bisa diserap masyarakat lokal Manggarai Barat.
Menurutnya, selama ini potensi SDM di Manggarai Barat belum dimaksimalkan secara baik.
"Agar demand mampu dipenuhi oleh suplay, jangan sampai yang memenuhi dari luar (Manggarai Barat), orang lokal jadi penonton karena tidak memenuhi kriteria standar. Ini harus dibangun sub sistem berkolaborasi menjadi ekosistem, untuk mewujudkan itu perlu kerja sama semua pihak," ungkapnya.
Sebagai informasi, sepanjang Januari 2024, Tim Periset Konsorsium Ekosmira NTT akan menuntaskan pengambilan data di dua wilayah lainnya yaitu Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Alor.
Ekosmira sendiri merupakan Program Riset Nasional yang diluncurkan oleh Direktorat Pendidikan Vokasi dan didanai oleh LPDP. Program Riset yang diluncurkan pada Agustus 2023 ini direncanakanberlangsung selama tiga tahun. Tahun pertama akan berakhir di Maret 2024.
Kegiatan Riset Ekosmira di NTT dilakukan oleh Konsorsium Eksmira NTT yang terdiri dari sejumlah periset dari tiga PTV yaitu Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Poloteknik Negeri Kupang, dan Politeknik eLBajo Commodus, di Manggarai Barat. (uka)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS