Breaking News
Selasa, 12 Mei 2026

Berita NTT

Sirkulasi Siklonik Laut Timor Picu Hujan di NTT 

Selain itu juga  terdapat sirkulasi siklonik di laut Timor yang menyebabkan sebagian besar wilayah NTT. 

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO-dailyexcelsior.com
HUJAN - Ilustrasi hujan lebat. Sirkulasi siklonik laut Timor ikut memicu hujan di sebagian wilayah NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sirkulasi siklonik laut Timor ikut memicu hujan di sebagian wilayah NTT. 

Stasiun Meteorologi Kupang dalam prakiraan cuaca tiga hari ke depan menyebut sebagian wilayah NTT berada pada musim hujan dengan kondisi suhu muka laut yang hangat dan kelembapan yang cukup basah di tiap lapisan atmosfer.

Selain itu juga  terdapat sirkulasi siklonik di laut Timor yang menyebabkan sebagian besar wilayah NTT. 

"Hal itu berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat," kata Prakirawan, Natalia Ernesta Bajo, Selasa 12/12/2023. 

Baca juga: Prediksi BMKG Cuaca Maritim NTT 12 Desember 2023,Waspada Gelombang Tinggi Laut Sawu dan Laut Flores

Atas kondisi itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada akan potensi dampak hujan dan angin kencang berdurasi singkat yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir hingga tanah longsor. 

"Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing patut waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan dengan durasi yang panjang," ujarnya. 

Menurut BMKG, wilayah NTT akan mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, terjadi 12-13/12/2023. 

Stasiun Maritim Tenau Kupang menyebutkan tinggi gelombang 1 -2 meter berpeluang terjadi di selat Sape bagian Selatan, selat Sumba bagian Barat, Laut Sawu, samudera Hindia Selatan Sumba - Sabu. 

Baca juga: Gelombang Tinggi 4 Meter, BMKG: Samudra Hindia Barat Kep Nias Berisiko bagi Pelayaran Kapal Ferry

"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," sebut Prakirawan, Yudhi Nugraha Septiadi. 

Ia menyebut, perahu Nelayan diperkirakan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m. Kemudian, Kapal Tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m. 

Lalu kapal Ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, selanjutnya kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m.


"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ujar dia. 

Yudhi Nugraha menerangkan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Laut Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 4 - 20 knot. 

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Tenggara Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 4- 20 knot. 

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Jayapura - Sarmi, Perairan Kep. Selayar, Laut Bagian utara dan Laut Banda," katanya. (fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved