Berita NTT

Neraca Perdagangan NTT Fluktuatif di 2023

Kepala Kantor Bea dan Cukai Kupang, Tribuana Watangtera melaporkan, devisa impor sampai dengan kuartal III-2023 tercatat USD 11,18 juta

Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
Petugas membongkar beras Bulog impor asal Vietnam di Pelabuhan Tenau Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - neraca perdagangan Provinsi NTT pada 2023 mengalami fluktuatif karena importasi dengan nilai yang tinggi cukup sering.

Secara akumulatif sampai dengan September 2023 mengalami defisit sebesar USD1,58 juta namun pada kuartal III-2023 masih mampu mencatatkan surplus sebesar USD2,75 juta.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Kupang, Tribuana Watangtera melaporkan, devisa impor sampai dengan kuartal III-2023 tercatat USD 11,18 juta dengan pertumbuhan sebesar USD10,66 juta atau tumbuh 2.051, 81 persen. 

Hal ini didorong oleh importasi komoditas raw sugar di Sumba sebanyak 25.000 MT dan beras Bulog sebesar 32.800 MT yang diimpor melalui Pelabuhan Tenau yang tumbuh sangat eksponensial dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya dan secara akumulatif hingga September 2023 devisa impor NTT tercatat sebesar USD44,41 juta atau bertumbuh sebesar USD42,91 juta yoy.

Baca juga: Impor Beras dan Gula Besar Sebabkan Neraca Perdagangan NTT Defisit Mei 2023

Kemudian devisa ekspor pada kuarta III-2023 tercatat sebesar USD13,93 juta dengan pertumbuhan sebesar USD1,13 juta dengan pertumbuhan secara persentase sebesar 18,83 persen yoy. Secara akumulatif, devisa ekspor sampai dengan kuartal III-2023 ini tercatat 42,83 juta dengan pertumbuhan sebesar USD9,34 juta yang didorong dengan meningkatkan ekspor barang-barang konsumsi sebesar USD6,35 juta atau tumbuh sebesar 42,94 persen.

"Untuk neraca perdagangan Bali Nusra sampai 30 September 2023 serentak mencatatkan surplus baik di Bali, NTB maupun NTT dengan surplus sebesar USD911,78 Juta. Kondisi ini didorong oleh meningkatkan ekspor dilihat dari jumlah dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang diadministrasikan,"ungkap Tribuana pada Rabu, 8 November 2023.

Pertumbuhan PEB di Bali sampai dengan saat ini mengalami pertumbuhan sebesar 16,19 persen yoy di angka 10,584 dokumen, di NTB sebanyak 70 dokumen atau tumbuh sebesar 7,69 persen yoy dan di NTT sebanyak 2.604 dokumen dengan pertumbuhan yoy 26,5 persen dokumen ekspor.

Baca juga: Hilirisasi Beri Kontribusi Signifikan Neraca Perdagangan 

Untuk kinerja impor regional Bali Nusra masih terus menunjukkan tren pertumbuhan eksponensial. Ada pun sebaran broad economic categories yakni barang modal sebesar USD175,70 juta meningkat cukup tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 879,89 persen, kemudian didominasi barang konsumsi sebesar USD35,87 juta meningkat cukup besar yaitu 108,81 persen dan bahan baku dan barang penolong sebesar USD241,99 juta dimana terjadi peningkatan sebesar 39,93 persen dari tahun sebelumnya. (dhe)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved