Berita Alor
Ellen Anie Inisiasi Rumah Singgah Mahensa dan Bantu Pasien Anak
ide ini muncul ketika dirinya beberapa kali merujuk pasien ke rumah sakit di luar Provinsi NTT yang memiliki rumah singgah.
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela
POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Kabupaten Alor memiliki 158 desa/kelurahan yang tersebar di 18 Kecamatan.
Desa dan kelurahan ini, sebagian wilayahnya berada di kepulauan yang terpisah dari daratan Kalabahi, atau yang dikenal masyarakat Alor sebagai wilayah kepala burung dan gunung besar.
Letak pulau-pulau yang terpisah ini, tak jarang membuat masyarakat khususnya pasien RSUD Kalabahi harus menginap apabila ingin berobat atau melakukan kontrol pasca rawat inap.
Ellen Pebrina Anie, A.Md., Keb salah seorang Bidan yang bekerja di Poli Anak RSUD Kalabahi, terenyuh kala melihat pasien anak serta orang tuanya yang tinggal di wilayah kepulauan, terkadang mengeluh saat berobat karena jarak dan biaya.
Baca juga: Final Pengisian Data dan Verifikasi DCT, KPU Alor Adakan Rakor Bersama 18 Partai Politik
Keluhan-keluhan yang datang ini membuat hatinya tergerak untuk mendirikan rumah singgah bernama Mahensa.
Rumah singgah ini dikhususkan sebagai tempat penginapan pasien anak, yang berasal dari wilayah kepulauan atau wilayah yang jauh dari Teluk Mutiara selama menjalani perawatan di RSUD Kalabahi.
"Rumah singgah Mahensa ini pertama kali saya posting di sosial media Facebook pada tanggal 28 September 2023. Kami menyebut rumah ini, sebagai rumah singgah berbagi kasih Mahensa. Mahensa terinspirasi dari dua nama anak kembar saya, dan juga kata Mahensa dalam bahasa daerah di wilayah kepala burung artinya terima kasih," ujarnya, Kamis 2 November 2023.
Ellen mengaku, ide ini muncul ketika dirinya beberapa kali merujuk pasien ke rumah sakit di luar Provinsi NTT yang memiliki rumah singgah.
"Selain karena keluhan orang tua atau keluarga pasien, saya beberapa kali mengantar pasien anak dari RSUD Kalabahi untuk dirujuk ke Surabaya, Jakarta dan di sana ada rumah singgah yang di khususkan untuk pasien yang berasal dari jauh. Dari situ saya mulai berpikir, Alor ini wilayah kepulauan, selain memakan waktu juga memakan biaya yang tidak sedikit perjalanan dari pulau menuju rumah sakit. Karena itu saya memutuskan untuk menyediakan rumah singgah Mahensa," ungkapnya dengan wajah berbinar.
Setelah berkomunikasi dengan keluarganya, Ellen dan keluarga sepakat untuk menyewa rumah yang letaknya di seberang RSUD Kalabahi, Jl. Dr. Soetomo, Kelurahan Kalabahi Kota, Kecamatan Teluk Mutiara.
"Biaya sewa rumah ini sudah menjadi tanggungjawab saya dan keluarga. Kami cari rumah yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit, bisa dijangkau dengan berjalan kaki kurang lebih 5-7 menit ke RSUD Kalabahi. Semua pasien yang menginap ini tidak dipunggut biaya sepeserpun. Semuanya gratis," jelas Ellen
Rumah Mahensa memiliki satu ruang tamu, dua kamar tidur dilengkapi dengan perlengkapan tidur. Satu pojok anak, satu dapur dan MCK. Ruang pojok anak dihias dengan origami yang ditempelkan pada dinding, agar pasien anak tidak merasa bosan selama menginap di rumah ini.
Baca juga: Polres Patroli Malam di KPU dan Bawaslu Alor
"Pada tanggal 30 September 2023 kami buka donasi dengan postingan di Facebook saya, nama akunnya Ellen Axelia. Puji Tuhan kami mendapat banyak respon dari para pendonor baik secara komunitas, pribadi, dan ada yayasan juga," kata Ellen dengan mata berkaca-kaca.
Donasi yang datang berupa pampers, perlengkapan bayi dan anak, sembako, kebutuhan kamar tidur, peralatan dapur dan ada yang dalam bentuk transfer. Donasi yang ada juga digunakan untuk membayar listrik dan air.
"Untuk menginap kami batasi jumlah orang 1 pasien dan 2 pengantar. Pasien dan keluarga tanggung makan pakai biaya sendiri, biasanya meraka datang bawa sayur atau ubi, pisang dari rumah untuk persediaan makanan selama berobat. Sedangkan minyak, beras, bumbu dapur diberikan oleh donatur," tutur Ellen.
Menurut Ellen dirinya memiliki kepuasan batin tersendiri bisa menolong sesama.
"Saya ada rasa puas dan senang bisa menolong sesama. Rasa senang ini tidak bisa digambarkan. Saya lihat pasien-pasien saya pulih lebih cepat, dan orang tua sudah tidak mengeluh lagi. Saya berterima kasih kepada semua pendonor baik yang berada di Alor maupun di luar Alor, komunitas dan yayasan yang sudah berdonasi untuk rumah Mahensa. Saya tahu, saya tidak jalan sendiri," pungkasnya.
Hingga saat ini telah banyak pasien yang memanfaatkann rumah Mahensa, salah satunya Paul Laumay salah seorang keluarga pasien.
"Kami sangat bersyukur dan sangat berterimah kasih untuk ibu Bidan dan keluarga. Kami memang ada keluarga di Kalabahi tetapi jaraknya agak jauh dari rumah sakit, belum lagi anak-anak ini kan kadang rewel di tengah malam takut menganggu keluarga yang lain. Adanya rumah singgah ini kami betul-betul terbantu. Kami bisa mandiri menyiapkan kebutuhan dan datang ke rumah sakit, tidak terlambat saat ambil antrian," jelas Paul.
Paul berharap, masyarakat Alor semakin tergerak untuk aksi-aksi kemanusiaan.
"Semoga dengan adanya rumah Mahensa ini menggerakan hati masyarakat Alor, untuk terlibat dalam aksi sosial. Kita tidak hanya berharap pada pemerintah, tetapi kita sesama masyarakat bisa saling membantu. Kami juga berdoa semoga Tuhan memberkati ibu Bidan dan keluarga, agar menjadi inspirasi bagi warga Alor," harapnya. (Rosalia Andrela).
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Rumah-singgah-berbagi-kasih-Mahensa-di-Kalabahi-diinisiasi-oleh-Ellen-Anie.jpg)