Piala Soeratin 2023
Piala Soeratin Cup, Tidak Selesaikan Laga ETMC Rote Ndao Platina FC Bayar Denda Rp 25 Juta
momentum Soeratin Cup U-17 menjadi momentum sekali seumur hidup bagi para pemain sepakbola.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Platina FC Kupang diganjar denda sebesar Rp 25 juta untuk mengikuti Soeratin Cup Ngada.
Sanksi itu diberikan kepada manajemen Platina FC lantaran tidak menyelesaikan pertandingan di El Tari Memorial Cup Rote Ndao beberapa waktu lalu.
Laga terakhir babak penyisihan grup B mempertemukan Persim Manggarai vs Platina FC di lapangan sepakbola Christian Nehemia Dillak, Selasa, 22 Agustus 2023 gagal dilaksanakan.
Pasalnya, hingga melewati batas waktu yang ditentukan, pemain dan official Platina FC tidak terlihat di lapangan pertandingan.
Baca juga: Piala Soeratin 2023 : PSN Ngada vs Bintang Timur FC di Laga Pembuka Simak Komentar Serena Francis
Pengawas pertandingan sudah melakukan dua kali panggilan namun tidak ada tanda-tanda kedatangan pemain dan official Platina FC Kupang.
Ketua Komisi Disiplin (Komdis) Asprov PSSI NTT, Lukman Hakim menjelaskan, Asprov PSSI NTT memberikan dua pilihan sanksi kepada Platina FC, tidak bermain di kompetisi Asprov PSSI NTT selama tiga tahun atau bayar denda Rp 25 juta.
"Dan dia memilih membayar denda Rp 25 juta dan hari ini dia hadir disini karena dia sudah menunaikan apa yang menjadi sanksi dia yang dikeluarkan oleh Asprov ketika Platina FC tidak menyelesaikan pertandingan ketiga di Rote Ndao," jelas Lukman.
Lukman juga menjelaskan, momentum Soeratin Cup U-17 menjadi momentum sekali seumur hidup bagi para pemain sepakbola.
"Beda dengan El Tari Memorial Cup, usia berapa saja dia bisa main, kalau ruang ini kita tidak buka, anak-anak yang dibina Platina FC tidak ikut bermain kan kasian, sanksi tegas ia tetapi kita juga harus memberi ruang," ujar Lukman Hakim.
Atas sanksi yang diberikan kepada Platina FC pada El Tari Memorial Cup Rote Ndao dan kepada Perseftim Flores Timur pada El Tari Memorial Cup Lembata, Lukman mengajak semua pecinta sepakbola NTT untuk menghormati marwah dan martabat sepakbola NTT.
"Jangan lagi mengulangi hal-hal yang tidak pas, jangan berpikir kita bayar denda nanti bisa ikut, itu tidak boleh, nanti kita akan berikan sanksi yang lebih tegas lagi," tutup Lukman Hakim.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.