Berita Kota Kupang
Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Nekmese Manutapen Budidaya Lele
Benih atau bibit lele ini diperoleh Kelompok Nekmese dari bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Oby Lewanmeru
POS- KUPANG.COM,KUPANG - Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Nekmese, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang melakukan budidaya lele.
Benih atau bibit lele ini diperoleh Kelompok Nekmese dari bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Sekretaris Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Nekmese, Semuel Hauteas, S.Sos, M.Si mengatakan, lokasi budidaya lele milik Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Nekmese itu terletak di RT 11, RW 01, Kelurahan Manutapen.
"Kami siapkan lahan, sementara bak sebagai media pemeliharaan lele dibangun atas bantuan dari pemerintah pusat dalam hal ini melalui Kementerian kelautan dan Perikanan. Bak yang dibangun itu dengan sistem Bioflok," kata Semi sapaan akrab Semuel Hauteas.
Baca juga: Ketua LPM, RW dan RT di Kelurahan Manutapen Sambut Progam Pemkot
Dijelaskan, budidaya lele menggunakan bak sistem bioflok itu yang mana sistem tersebut merupakan salah satu teknologi budidaya ikan, yakni suatu teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme yang secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan.
Ditanyai soal benih lele, ia mengakui benih lele sudah didatangkan sekitar 15 ribu ekor dan telah tebar di bak yang sudah dibangun sebelumnya. Sedangkan, pakan lele, lanjutnya sudah didistribusi dahulu sebelum bibit lele tiba.
"Jadi kita hanya memelihara, sementara bibit dan pakan juga diberikan oleh pemerintah," ujarnya.
Dikatakan, sistem budidaya leel itu tentu akan menjadi contoh atau model sehingga apabila usaha ini berhasil, maka bisa dikembangkan di beberapa titik lagi, terutama di Kelurahan Manutapen.
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan Keluarga, Polresta Kupang Kota Kembangkan Budidaya Lele
"Kita target sukses dalam membudidayakan ikan air tawar ini. Kami sudah komitmen agar usaha ini bisa berkembang dan bisa beri manfaat bagi kelompok," ujarnya.
Terkait struktur kelompok itu, alumni Magister Ilmu Lingkungan Undana ini mengakui, sebelumnya ia menjadi ketua kelompok, namun karena dirinya juga saat itu sebagai Ketua LPM Kelurahan Manutapen, sehingga ketua kelompok dipercayakan kepada Apeles Lassa.
"Kelompok ini, awalnya terbentuk dari adanya kesamaan dari beberapa warga yang memelihara ikan air tawar di rumah secara tradisional. Beberapa orang ini tergabung juga dalam organisasi kaum bapak GMIT yang kemudian saya ajak agar kita bentuk kelompok, akhirnya kelompok ini bisa hadir sampai saat ini," ujarnya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bak-Lele-Manutapen.jpg)