KKB Papua
MENGEJUTKAN! Operator Perahu Motor Ditangkap, Pelaku Ternyata Orang Suruhan Egianus Kogoya
Seorang operator perahu motor di Kabupaten Asmat, Papua Tengah, ditangkap prajurit TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz 2023.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Seorang operator perahu motor di Kabupaten Asmat, Papua Tengah, ditangkap prajurit TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz 2023. Pria berinisial YT merupakan salah satu simpatisan KKB Papua.
Penangkapan YT setelah aparat membuntutinya ketika pria tersebut sedang menuju sebuah bank yang ada di Kabupaten Asmat.
Pria itu datang ke bank untuk satu tujuan, yakni mengambil uang yang dikirim oleh KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. Uang yang diambil sebesar Rp 100 juta. Dari uang itulah pria tersebut mengunakannya untuk membeli semua bahan makanan yang dibutuhkan Egianus Kogoya dan komplotannya.
Setelah mengambil uang dari bank dan sedang dalam perjalanan pulang, pria itu langsung disergap prajurit TNI Polri. Saat ditangkap, pria itu sama sekali tidak berkutik.
Dari kabar viral yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa oknum pria itu berinsial YT. Selama ini ia diduga menjadi pemasok bahan makanan bagi KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga.
Hingga kini belum diketahui sejak kapan pria tersebut menjalankan tugasnya sebagai pemasok bahan kebutuhan pokok bagi anggota KKB Papua tersebut.
Belum diketahui pula, sudah berapa besar dana yang diterima YT dari Egianus Kogoya untuk membeli bahan makanan. Namun kuat dugaan, YT sudah lama menjalankan tugasnya tersebut, hanya saja baru dibongkar aparat keamanan.
Saat ini aparat keamanan sedang menginterogasi YT. Hanya saja belum terungkap seperti apa keterangan yang diberikannya kepada para penyidik selama ia periksa.
Untuk diketahui, dalam kesehariannya YT merupakan operator perahu motor di Kabupaten Asmat. Selama menekuni pekerjaan tersebut, ia juga diduga menjalani peran sebagai penyalur bahan makanan bagi KKB Papua.
Kini baru terungkap bahwa YT merupakan salah satu simpatisan KKB Papua. Ia juga diduga punya jaringan dengan pihak lain yang sama-sama membelanjakan aneka barang untuk kebutuhan anggota KKB Papua.
Baca juga: Bupati Puncak Ingatkan KKB Papua: Jangan Coba-coba Ganggu Anak-anak, Mereka Masa Depan Papua
Kelompok Separatis Teroris di Papua, tak hanya berkeliaran di hutan Papua. Mereka juga membaur dengan masyarakat terutama di pedalaman Papua.
Hanya saja, jika KKB Papua sudah mengalami kesulitan makanan, maka mereka mulai merampok barang milik masyarakat. Mereka juga tak segan-segan menebar teror dan ancaman kepada warga sipil.
Bahkan lebih dari itu, mereka juga nekad membunuh warga yang dinilaitak sejalan dengannya.
Atas tindakan tersebut, masyarakat merasa terancam. Olehnya, untuk menghindari ancaman tersebut, warga ramai-ramai mengungsi ke hutan.
Salah satunya terjadi di kampung Nogolait. Di daerah tersebut warga terpaksa mengungsi karena tak kuat menahan teror yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata.
Terkait tindakan tersebut, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri memerintahkan Satgas Ops Damai Cartenz untuk mengambil tindakan tegas.
Selain memburu para pelaku, prajurit TNI Polri juga diminta untuk tak segan-segan mengambil tindakan tegas terukur. Apalagi kepada anggota KKB Papua yang terang-terangan melakukan perlawanan kepada aparat bersenjata.
Sejauh ini, satu persatu anggota KKB Papua ditangkap dan diproseshukumkan. Ada juga yang terpaksa ditembak mati, karena menyerang aparat saat hendak disergap.

Kapolda juga memerintahkan kapolres bersama seluruh jajaran di daerah-daerah rawan pergolakan termasuk Papua Pegunungan, agar segera menangkap pimpinan KKB Papua.
Tindakan tegas aparat keamanan, akan sangat menentukan situasi keamanan di daerah tersebut. Setidaknya masyarakat merasa aman dan bisa beraktivitas seperti yang diharapkan.
Cepat Tangkap Pimpinan KKB Papua
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri memerintahkan jajarannya untuk segera menangkap para pimpinan KKB Papua termasuk di Kabupaten Puncak. “Kejar dan tangkap pimpinannya. Kalau melawan ambil tindakan tegas.”
Perintah Kapolda Irjen Mathius D Fakhiri itu mengemuka menyusul makin seringnya kelompok pengacau keamanan itu melakukan tindakan anarkis, hal mana mengancam keselamatan pihak lain, baik aparat bersenjata maupun warga sipil.
“Saya minta seluruh kapolres berserta jajarannya, juga tim Satgas Ops Damai Cartenz untuk mengejar dan segera menangkap para pelaku tindak kejahatan di Papua. Salah satunya pimpinan KKB Papua di Kabupaten Puncak,” tandasnya.
Perintah Kapolda itu juga ditujukan khusus kepada Kapolres Puncak, pasalnya anggota KKB Papua yang berkeliaran di daerah itu, menyerang warga sipil, di antaranya menembak salah seorang pedagang ketika hendak menutup kiosnya di Pasar Ilaga.
Baca juga: KKB Papua Melemah, Satu Persatu Anggota Dicokok Tanpa Perlawanan, Begini Kata Faizal Ramadhani
Dalam aksi tersebut, KKB Papua berniat menghabisi pedagang tersebut dengan menambaknya di bagian dada korban. Namun tembakannya justeru meleset, sehingga hanya mengenai kaki kanan korban.
Seusai melancarkan aksinya tersebut, anggota KKB Papua langsung melarikan diri ke arah hutan. Sampai saat ini para pelaku belum ditangkap bahkan belum diketahui pula keberadaannya.
Dalam perintahnya, Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri menyebutkan bahwa sejak dulu, KKB Papua tak lagi punya rasa kemanusiaan. Itu terlihat dari pelbagai aksi yang dilakukannya yang ujung-ujungnya merenggut korban jiwa.
Oleh karena itu, tandas Kapolda Papua, Kapolres bersama seluruh jajarannya di wilayah tugas masing-masing diperintahkan untuk terus mengejar para pelaku dan segera menangkapnya.
Jika anggota KKB Papua itu melakukan perlawanan dan membahayakan aparat plus warga sipil, tegas Kapolda, maka aparat harus mengambil tindakan tegas. “Lumpuhkan jika cara itu merupakan langkah yang tepat untuk menghentikan tindakannya,” tegas Kapoda Papua.
Dikatakannya, selama ini aparat selalu mengedepankan aspek kemanusiaan, karena KKB Papua merupakan bagian dari sesama warga Indonesia. Hanya saja, kelompok tersebut berbeda baik dalam pandangan dan sikap.
Lantaran sikap kelompok tersebut tak bisa ditolerir lagi, katanya, maka tak ada cara lain kecuali aparat harus mengambil tindakan tegas. Dengan begitu bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
Menurut dia, selama ini masyarakat setempat senantiasa mendambakan keamanan di Tanah Papua. Bahkan bukan sebatas situasi sosial yang aman dan nyaman, tetapi lebih dari itu, adalah Papua Damai.
Yang jadi masalah, adalah KKB Papua tak henti-hentinya melakukan tindakan anarkis, yakni menyerang aparat bersenjata, menembak dan menganiaya warga sipil dan membakar fasilitas umum yang sudah dibangun pemerintah.
Karena itu, katanya, pemerintah tidak bisa memberikan toleransi kepada kelompok tersebut. Pemerintah harus menegakkan hukum, supaya dengan langkah tersebut, masyarakat semakin memahami supremasi hukum yang sesungguhnya.
Dilansir Pos-Kupang.Com dari KompasTV Kamis 28 September 2023, Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri juga menyinggung soal nasib pilot Susi Air, Philips Mark Merthens yang sampai sekarang masih disandera oleh KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.
Ia menyebutkan bahwa sampai saat ini, komunikasi masih terus dilakukan dengan Kelompok Separatis Teroris tersebut. Komunikasi itu dilakukan melalui tokoh gereja, tokoh masyarakat, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Nduga.
Pihaknya juga sangat berharap agar Egianus Kogoya dan komplotannya memahami apa yang disampaikannya. Karena tindak penyanderaan merupakan perbuatan melawan hukum.
Baca juga: Pasca Diberondong KKB Papua di Pegunungan Bintang, Trigana Air Tutup Rute Jayapura-Oksibil
“Jadi, sampai saat ini kita memang terus membangun komunikasi dengam KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. Komunikasi itu kita lakukan dengan tujuan agar kelompok penyandera segera membebaskan pilot yang ditawan,” ujarnya.
Ia juga meminta doa dan dukungan semua kalangan, sehingga upaya yang dilakukan selama ini, bisa segera berbuah nyata. Artinya Egianus Kogoya bisa membebaskan tawanan tanpa syarat dan pilot Susi Air bisa segera kumpul kembali bersama keluar. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.