Berita NTT

Tren Kredit di NTT Turun, KUR Urutan 23 Nasional

Selama kurun waktu sampai dengan periode Juli pada kondisi tiga tahun terakhir (2021-2023),capaian tahun 2023 menunjukkan tren menurun baik dari jumla

Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
Kepala Kantor Wilayah DJPb NTT, Catur Ariyanto Widodo dalam Konferensi Pers APBN KiTa Provinsi NTT di Aula Lantai 3 Gedung Keuangan Negara Provinsi NTT pada Senin, 28 Agustus 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Tren Kredit di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menurun, berada pada urutan 23 secara Nasional dibandingkan tahun sebelumnya berada pada urutan 22 Nasional dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharan (DJPb) Provinsi NTT, Catur Ariyanto Widodo menyampaikan, total penyaluran KUR sampai dengan Juli 2023 sebesar Rp1,49 triliun untuk 33.894 debitur, menempatkan NTT pada posisi 23 dari 34 provinsi secara nasional.

Penyaluran terbesar pada tahun 2023 melalui BRI dengan total Rp1,20 triliun untuk 29.223 debitur.

Selama kurun waktu sampai dengan periode Juli pada kondisi tiga tahun terakhir (2021-2023),capaian tahun 2023 menunjukkan tren menurun baik dari jumlah debitur maupun total penyaluran.

Baca juga: Kepala DJPb NTT, Catur Ariyanto Widodo: Realisasi DAK Fisik di NTT Baru 68,28 Persen

Salah satu penyebab penurunan tren ini adalah adanya revisi aturan pada awal 2023 oleh Kemenko Perekonomian, antara lain adanya perubahan ketentuan besaran bunga pinjaman KUR, yang berdampak pada keterlambatan penyaluran oleh bank, karena memerlukan penyesuaian ketentuan sehingga kredit dapat disalurkan sekitar akhir Februari sampai dengan awal Maret 2023.

"Jangan terpaku pada urutan, sebetulnya karena kalau kita lihat, meskipun kemudian sebenarnya tidak jauh dengan urutan yang ke-22. Jadi, nanti kalau bicara KUR ini memang dinamikanya dinamis sekali dan terkait dengan penyebab keterlambatan ini kami masih optimis nanti akan terakselerasi karena target KUR untuk tahun 2023 ini secara nasional kan sudah naik jadi memang masih ada waktu sampai dengan akhir Desember,"jelas Catur dalam Konferensi Pers APBN KiTa Provinsi NTT di Aula Lantai 3 Gedung Keuangan Provinsi NTT pada Senin, 28 Agustus 2023.


Sementara, total penyaluran Kredit Ultra Mikro (UMi) sampai dengan Juli 2023 sebesar Rp45,35 miliar untuk 11.010 debitur (NTT berada pada urutan 19 se Indonesia) Penyaluran terbesar sampai dengan 31 Juli 2023 melalui PT PNM dengan total Rp32,90 miliar untuk 8.002 debitur. Serupa dengan penyaluran KUR, tren penyaluran UMi tahun 2023, juga mengalami tren penurunan. penyaluran Umi diwilayah NTT, didominasi pada sektor perdagangan besar dan eceran. (dhe)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved