El Tari Memorial Cup 2023
Wasit El Tari Memorial Cup Rote Ndao Kerap Disoroti, Asprov PSSI NTT Evaluasi Wasit
mengevaluasi kembali kepemimpinan wasit yang menurut dia menjadi salah satu faktor penghambat tidak majunya sepak bola NTT.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, BA'A - Sebagian besar wasit yang memimpin jalannya pertandingan babak penyisihan grup El Tari Memorial Cup Rote Ndao kerap mendapat protes baik dari pemain maupun official tim yang menjadi peserta El Tari Memorial Cup Rote Ndao kali ini.
Beberapa official tim yang melakukan aksi protes bahkan diganjar kartu kuning. Kartu kuning pertama yang diberikan wasit di El Tari Memorial Cup Rote Ndao yakni official Persena Nagekeo saat melawan tuan rumah Perserond Rote Ndao di babak penyisihan grup A di lapangan sepakbola Christian Nehemia Dillak, Senin, 14 Agustus 2023.
Kartu kuning untuk official kedua diberikan wasit Ferdi Sudirman kepada official Persap Alor saat pertandingan babak penyisihan grup F antara Persap Alor vs Persesba Sumba Barat di lapangan sepakbola Christian Nehemia Dillak, Rabu, 16 Agustus 2023.
Sementara itu, beberapa keputusan wasit yang memimpin jalannya pertandingan di beberapa pertandingan babak penyisihan grup juga dinilai merugikan tim yang bertanding.
Baca juga: Juara Bertahan Perse Ende Ngos-Ngosan Melaju ke Babak 16 Besar El Tari Memorial Cup 2023
Terakhir, tim PS Malaka yang melakukan aksi protes terhadap kepemimpinan wasit.
PS Malaka yang melakoni laga terakhir babak penyisihan grup D melawan PSK Kota Kupang di lapangan sepakbola Paulina Haning Bullu Holoama, Selasa, 22 Agustus 2023, merasa dirugikan.
Robi, assisten pelatih PS Malaka pada sesi konferensi pers menjelaskan insiden aksi protes dari official PS Malaka karena tidak puas atas kepemimpinan wasit yang memimpin jalannya pertandingan antara PS Malaka vs PSK Kota Kupang.
"Ada beberapa keputusan yang kami lihat merugikan PS Malaka dan pada akhir kami protes kami meluap itu karena tambahan waktu di injury time babak kedua itu hanya sedikit sedangkan ada banyak kejadian-kejadian yang terjadi di tengah lapangan, namun wasit hanya memberikan tambahan waktu dua menit di injury time, itu yang membuat protes kami makin meluap," jelas Robi.
Ia menyampaikan Asprov PSSI NTT harus mengevaluasi kembali kepemimpinan wasit yang menurut dia menjadi salah satu faktor penghambat tidak majunya sepak bola NTT.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi Disiplin Asprov PSSI NTT, Lukman Hakim, dengan kejadian tersebut, Komisi Disiplin Asprov PSSI NTT akan melakukan evaluasi setelah berakhirnya babak penyisihan grup El Tari Memorial Cup Rote Ndao.
Baca juga: El Tari Memorial Cup 2023, Simak Jadwal Pertandingan Babak Penyisihan
"Mudah-mudahan dibabak 16 besar nanti, perbaikan-perbaikan tetap akan kami lakukan khususnya berkaitan dengan kepemimpinan wasit dan seluruh teman-teman baik itu pengawas pertandingan, assisten wasit, wasit dan siapapun yang tergabung dalam panitia Asprov," ujar Lukman, Selasa, 22 Agustus 2023 di lapangan sepakbola Paulina Haning Bullu Holoama.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.