Sabtu, 11 April 2026

AMMTC di Labuan Bajo

Kejahatan Transnasional Jadi Ancaman Serius Kawasan ASEAN, Kapolri Minta Waspada

kawasan ASEAN yang aman melalui peningkatan kerja sama dalam penanggulangan kejahatan transnasional

Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
SAMBUTAN - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan pada pembukaan AMMTC ke-17 di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, NTT. Senin 21 Agustus 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakatan kejahatan transnasional masih menjadi ancaman serius bagi kawasan ASEAN. Menurutnya hal ini penting untuk diwaspadai. 

Listyo menyampaikan hal itu dalam laporan pembukaan ASEAN Ministerial Meeting on Transnasional atau AMMTC ke-17 di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, NTT. Senin 21 Agustus 2023.

"Walaupun berada di tengah tantangan global dan krisis dunia saat ini, sangat menggembirakan melihat berbagai kemajuan yang dinikmati oleh negara-negara di kawasan ASEAN. Namun penting untuk tetap waspada karena kejahatan transnasional terus menjadi ancaman bagi kawasan," kata Kapolri.

Listyo menjelaskan, pertemuan tahunan AMMTC akan berfungsi sebagai platform bagi negara-negara ASEAN untuk menilai kemajuan dan kolaborasi masing-masing negara dalam mengatasi tantangan yang ada, dan mengembangkan strategi praktis dan arah menghadapi tindakan masa depan. 

Kapolri mengharapkan draft deklarasi dalam upaya penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO, terorisme, dan penyelundupan senjata dapat disepakati oleh para menteri pada AMMTC ke-17.

Baca juga: PLN Pastikan Kesiapan Listrik di Labuan Bajo Saat AMMTC ke-17

"Yang menjadi momentum yang tepat dalam pencapaian konkrit dalam upaya menciptakan kawasan ASEAN yang aman melalui peningkatan kerja sama dalam penanggulangan kejahatan transnasional," kata Kapolri.

Sebelumnya Presiden Jokowi dalam sambutan pembukaannya menekankan agar ASEAN harus selalu siap menghadapi tantangan termasuk terkait pemberantasan kejahatan transnasional yang disebutnya menjadi ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas kawasan.

Menurut Jokowi, kemajuan teknologi membuat kejahatan lintas negara berkembang semakin masif dengan cara-cara yang semakin kompleks. Karenanya dia meminta penanganannya juga harus semakin adaptif, terutama terkait tindak pidana terorisme, perdagangan manusia, dan perdagangan gelap narkotika. 

Presiden berharap dalam pertemuan AMMTC dapat dirumuskan agenda kerja sama yang responsif yang berisi langkah-langkah strategis sehingga dapat menjaga kawasan Asean yang aman, damai dan sejahtera.

AMMTC ke-17 diikuti oleh 10 menteri negara ASEAN beserta ratusan anggota delegasinya.

Selain 10 menteri dan kepala kepolisian ASEAN, delegasi lainnya terdiri dari dari tiga mitra dialog yaitu China, Jepang, dan Korea Selatan, Timor Leste dan Sekretaris Jenderal ASEAN. Total peserta kegiatan ini mencapai 275 orang.

Baca juga: Isu TPPO Akan Dibahas di AMMTC Labuan Bajo, Kapolri Ungkap Sudah Tangkap 900 Tersangka

Ada 10 isu kejahatan transnasional yang dibahas dalam pertemuan ini. Para petinggi akan memformulasikan hal-hal penting yang akan dideklarasikan bersama untuk ditindaklanjuti.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved