Senin, 13 April 2026

Berita Sikka

Karnaval di Maumere, Komunitas Masyarakat Jawa Bawa Peti Jenazah 

Pasalnya, para peserta karnaval tersebut mengenakan kostum adat Jawa dan sebagian berkostum seperti tuyul.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ARNOLD WELIANTO
GOTONG PETI-Komunitas masyarakat Jawa yang berdomisli di Kota Maumere Kabupaten Sikka mengikuti karnaval dengan menggotong peti jenazah dengan tulisan Korupsi Mati Jalan Sendiri, Sabtu 19 Agustus 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG, COM, Arnold Welianto 

POS-KUPANG.COM,MAUMERE- Komunitas masyarakat Jawa yang berdomisli di Kota Maumere Kabupaten Sikka mengikuti karnaval pembangunan yang diselanggarakan Pemerintah Kabupaten Sikka, Sabtu 19 Agustus 2023.

Dalam pertunjukan tersebut, Komunitas masyarakat Jawa yang terdiri dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat menggotong peti jenazah dengan tulisan Korupsi Mati Jalan Sendiri.

Pantauan POS-KUPANG.COM, pertunjukan ini pun membuat ribuan warga yang sedang menonton karnaval tersebut kaget dan semua pandangan tertuju pada komunitas tersebut.

Baca juga: Merinding, Saat Upacara Detik-Detik Proklamasi di Talibura Sikka

Pasalnya, para peserta karnaval tersebut mengenakan kostum adat Jawa dan sebagian berkostum seperti tuyul.

Peti jenazah tersebut digotong empat orang dengan berkostum seperti tuyul.

Perwakilan dari Komunitas Jawa Maumere, Aris Wijayanto mengatakan pesan yang ingin disampaikan agar para pejabat dan kepala daerah untuk tidak korupsi.

"Pesannya untuk kepala daerah dan para pejabat janganlah korupsi karena kasihan rakyat, kalian yang korupsi disaat mati rakyat yang menggotong," ujarnya

Baca juga: HUT Kemerdekaan RI ke-78, Camat Talibura Sikka Ingatkan Warga Soal Kasus Rabies

Dijelaskannya, tulisan korupsi mati jalan sendiri di peti jenazah ibaratnya jika ada pejabat atau kepala daerah yang korupsi kemudian saat mati akan jalan sendiri dan kubur sendiri.

" Ibarat kalau ada orang korupsi, jalan sendiri dan kubur sendiri," ujarnya

Diketahui, Komunitas Jawa yang merantau di Kota Maumere terdapat 70 orang, pembentukan komunitas ini bertujuan untuk menjalin Silaturahmi. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved