Kuliner NTT

Kuliner NTT,Bupati Kupang Sonde Ada Uang,Cuma Mampu Makan Nasi Putih dan Saus di Rumah Makan Padang

Kuliner NTT,Bupati Kupang Sonde Ada Uang,Cuma Mampu Makan Nasi Putih dan Saus di Rumah Makan Padang

|
Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/FERRY NDOEN
MAKANAN PADANG - Penulis Kuliner NTT, Ferry Ndoen bersama keluarga saat makan enak seafood di Resto Padang, depan Hotel Aston Kupang, terkenang kisah Bupati Kupang Sonde Ada Uang,Cuma Mampu Makan Nasi Putih dan Saus di Rumah Makan Padang. (POS-KUPANG.COM/FERRY NDOEN) 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Ferry Ndoen

POS-KUPANG.COM. - Sahabat kuliner ntt yang berbahagia, informasi itu mahal dan sekecil apapun informasi tentu berisi pesan.

Ada banyak informasi dan pesan bernas yang terendap di otak dan sanubari wartawan senior Ferry Ndoen, S.Sos yang perlu di explorer.

Mengapa informasi ini perlu dibagikan walaupun itu hal hal kecil dan kelihatan sepele?

Hal ini supaya katong rekan, sahabat, teman, saudara, keluarga bahkan katong pung anak cucu bisa tahu perjalanan hidup orangtuanya dan suka duka.

Informasi ini kelihatan sepele namun perlu dibagikan supaya bisa terekam di google dan bisa diketahui hingga katong pung anak cucu.

Sahabat kuliner ntt dan basodara bisa tahu perjuangan seorang Ferry Ndoen di dunia jurnalistik tempoe doeloe.

Jadi istilahnya kuliner ntt cuma sebuah pek atau pencentus ato pintu masok untuk bercerita banyak hal.

Tentu ada pembaca kritis yang bertanya, di judul kuliner ntt, tapi isinya sonde sinkron karena tulis hal lain?

Itulah yang beta bilang, inilah pek ato pintu masok untuk bisa bercerita banyak hal kepada para pembaca.

Ingaaa... satu taon ada 365 hari yang perlu katong berbagi kisah untuk bapa mama, baik pengalaman masa kini, maupun pengalaman masa lampau.

Hal hal ini kelihatan kecil tapi orang bilang sonde tau maka tak sayang, sonde kenal maka tak menyapa.

Kalo beta sonde tulis hal ini.... bapa mama basodara dong sonde tau... siapa itu Bupati Kupang, Kolonel (Kav) Paul Lawa Rihi pung cerita saat dia masih susah, dan pengalaman beliau saat masa susah menuju pintu sukses.

Kebetulan beta saat bertugas di lapangan sebagai jurnalistik, jadi tau banyak hal tentang seorang Bupati Kupang, alm. Kolonel (Kav) Paul Lawa Rihi.

Paul Lawa Rihi ini salah satu perwira menengah lingkup TNI AD asal NTT, khususnya dari Sabu yang cukup dibanggakan di Kupang pada masanya.

Memang orang bilang setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya, dan hidup ini memang bagaikan roda pedati.

Ada yang datang dan ada yang pergi. Ini siklus kehidupan.

Dan almarhum Kolonel (Kav) Paul Lawa Rihi memegang jabatan sebagai Bupati Kupang selama 2 periode.

Omong dan bicara soal sosok Bupati Kupang, Kolonel Paul Lawa Rihi (alm), dalam sebuah kesempatan katong makan siang bersama di Rumah Makan Ikan Bakar di Tarus, Kecamatan Kupang Tengah (lokasi rumah makan waktu itu, di dekat mata air Tarus).

Beta masih ingatt... saat itu katong samua baru pulang dari Sulamu, calon ubukota Kabupaten Kupang, di Kecamatan Sulamu bersama Ketua DPRD Kupang, Drs. Ruben Funay (alm).

Saat katong dari Sulamu su siang dan sampe di Tarus di rumah makan ikan bakar yang saat itu, paleng enak dan paleng  laris di Kupang.

Ikanya sangat segar dan katong makan di meja dipayungi lopo dan disamping lopo ada aliran air dan makan sambil melihat ikan yang lagi berenang.

Tapi ini ikan air tawar, jadi katong makan di rumah makan yang boleh dikatakan saat itu paleng mewah su..

Beta inga waktu itu, katong wartawan yang ikut pi Sulamu dinaikkan ke dalam satu mobil khusus untuk jurnalis bersam Humas Pemda Kupang dengan Kabag Umum/Humas, Drs. Masya Djonu.

Waktu itu katong pi  Sulami khusus hanya mo pi liat ame pekerjaan perpipaan yang dikerjakan om Jerman alias Jerry Manafe yang saat ini su menjabat sebagai Wakil (Wabup) Kabupaten Kupang.

Waktu itu, bro Jerman seorang kontraktor yang sangat dekat deng almarhum Bupati Kupang, Kolonel Paul Lawa Rihi.

Jadi yang beta inga... katong  wartawan satu mobil yang bergerak ke Sulamu, yakni, Adhie Malehere (alm)  (wartawan Suara Pembaharuan/Sinar Harapan),

Reporter RRI Kupang, Piter Rumlaklak, wartawan Harian Bali Post Hilarius Laba (alm),

wartawan Clemens Sawu, juga om Piter Amalo (alm) dari RRI Kupang serta wartawan Jusak Riwu Rohi (alm)

wartawan Harian Jawa Pos dan staf Bagian Humas, Om Oemattan, beliau ini ju su almarhum, dan waktu itu tinggal di Oeba di Jalan Sumba, rumah di depan perumahan dinas Bangk Indonesia, dekat rumah Ibu Eny Anggrek di Wilayah Oeba - Kupang.

Jadi sampe di warung  makan di Desa Tarus, sambil pesan ikan panggang, pak Bupati Kupang, Paul Lawa Rihi bacarita banyak deng katong wartawan di sebuah meja makan panjang di atas lopo. Tarus ini masuk wilayah Kecamatan Kupang Tengah

Pak Bupati Lawa Rihi bilang, beta masih inga saat masih hidup susah dan masa susah dan beta belum jadi bupati.

Kolonel Paul Lawa Rihi lalu berkisah, dia pernah suatu waktu sonde ada uang di saku.

Untuk mensiasati bagaimana sehingga dia bisa makan enak dan bisa eksis serta bisa hemat, maka seorang Paul Lawa Rihi mulai berpikir dan putar otak.

Bupati Lawa Rihi ini tinggal di daerah Oepura, Kupang saat masa kecilnya hingga remaja, dan Paul Lawa Rihi lanjut ke sekolah Secapa (Sekolah Calon Perwira AD) dari NTT,  se Angkatan dengan Kolonel (Inf) SK Lerik (alm) (Walikota-Kupang).

Bupati Kupang lalu berkisah.... karena su lapar maka dia pun beranikan diri masuk ke sebuah Rumah Makan (RM) Padang.

Nah... biasanya di RM Padang, saat orang masuk ke ruangan, maka petugas akan mengeluarkan aneka menu makanan terbaiknya.

Mulai dari ayam panggang, ayam goreng, sop buntut, ikan goreng, ikan saus, paru goreng, ayam kremes, Udang, cumi dan aneka makan khasPadang lainnya.

Bupati Paul Lawa Rihi yang saat itu ju takuju liat  aneka makanan yang begitu banyak antre di atas meja... dikeluarkan petugas RM Padang.

Tapi saat itu karena lapar, sementara di saku sonde ada uang, almarhum Paul Lawa Rihi lalu mulai berpikir dan mulai putar otak namun makan deng penuh percaya diri.

Dengan muka yang agak garang, karena memang wajah Kolonel Paul Lawa Riji agak garang dan temperamen agak tegas.

Almarhum lalu mulai makan nasi Padang sambil ingatan tetap pada saku baju dan saku celanannya yang sonde ada uang.

Lalu... almarhum Paul Lawa Rihi... cuma ambil nasi putih dan saus  kuning RM Padang lalu dia tuangkan di atas nasi putih yang masih panas panas.

Setelah makan nasi puti deng lauk cuma bumbu kuning yang disiram di atas nasi putih, almarhum makan deng lahapnya sampe kenyang.

Setelah sudah kenyang, petugas rumah maka (RM) Padang lalu datang hitung ame ini makanan di atas meja panjang yang disantap almarhum Paul Lawa Rihi.

Betapa takujunya petugas ini karena sonde ada satu makanan dan lauk pun yang berkurang di atas meja mekan yang dia su bawa deng capek dan susah payah.

Petugas RM Padang ini cuma bisa liat sama pak Paul Lawa Rihi yang su kenyang makan nasi putih dan saus kuning padang dan sedikit sambal sebagai penolak nasi.

Orang ini sonde bisa marah... karena hasil hitungan di atas meja secara ril yang berkurang cuma nasi putih yang habis tanpa ada lauk yangberkurang.

Sementara aneka ayam, ikan, udang,cumi, paru goreng sonde ada yang berkurang.

Petugas RM Padang ini cuma bisa cemberut dan mengangkat kembali semua aneka makanan yang disajikan di meja panjang.

Sementara Bupati Kupang hanya cabut uang satu lembar untuk membayar harga nasih putih doang. Sementara  saus rendang padang dan sambal penolak nasi gratis.

Bupati Kupang almarhum Paul Lawa Rihi cerita sambil tertawa ngakakkk karena dia saat itu dia mengenang saat -saat almarhum masi susah saat belum menjadi bupati.

Sahabat kuliner yang berbahagia, berbagi kisah dan cerita itu indah... karena kisah ini cuma di dengar oleh rekan wartawan dan diceritakan oleh seorang Bupati Kupang dengan pangkat yang cukup keren waktu itu, Kolonel Kavaleri TNI AD, putra asli - NTT.

Bupati Kol Paul Lawa Rihi menjadi Bupati Kupang menggantikan Bupati Kupang, Kol (Inf) Yoppie Moningka, juga seorang perwira angkatan darat asal Manado-Sulut.

Mereka menjadi bupati saat itu atas  rekomendasi jalur ABRI, Golkar di DPRD Kupang. (penulis Ferry Ndoen).

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Baca juga: Video Viral TikTokm Makan Enak Soto di Tepian Air Sungai Bening di Padusan Banyu Bening Jogjakarta

resto padang 45c
MAKANAN PADANG - Penulis Kuliner NTT, Ferry Ndoen bersamakeluarga saat makan enak seafood di Resto Padang, depan Hotel Aston Kupang, terkenang kisah Bupati Kupang Sonde Ada Uang,Cuma Mampu Makan Nasi Putih dan Saus di Rumah Makan Padang. (POS-KUPANG.COM/FERRY NDOEN)
MAKANAN PADANG - Penulis Kuliner NTT, Ferry Ndoen, saat makan enak seafood di Resto Padang, depan Hotel Aston Kupang, terkenang kisah Bupati Kupang Sonde Ada Uang,Cuma Mampu Makan Nasi Putih dan Saus di Rumah Makan Padang.
MAKANAN PADANG - Penulis Kuliner NTT, Ferry Ndoen, saat makan enak seafood di Resto Padang, depan Hotel Aston Kupang, terkenang kisah Bupati Kupang Sonde Ada Uang,Cuma Mampu Makan Nasi Putih dan Saus di Rumah Makan Padang. (POS-KUPANG.COM/FERRY NDOEN)
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved