Berita NTT
Investasi Dalam Genggaman, BEI Hadirkan IDX Mobile
Terkait pasar modal di NTT, kata dia, dari 66.162 investor di NTT, 21.387 berinvestasi di saham sementara sisanya ke obligasi, reksadana dan lainnya.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) menghadirkan aplikasi IDX Mobile untuk mendekatkan informasi dengan masyarakat.
Dalam Podcast Pos Kupang, Kamis, 03/08/2023, Kepala Perwakilan BEI NTT, Adevi Sabbath Sofani menjelaskan, IDX Mobile adalah layanan IDX yang dalam bentuk mobile application.
"Sebenarnya kita itu membaca kepentingan publik di dalamnya. Kok banyak sekali yang meminta kok IDX itu nggak punya mobile application tersendiri ya supaya kita bisa akses informasi lebih banyak akhirnya itu dikaji, diriset dan lahirlah IDX Mobile ini supaya masyarakat punya akses yang lebih mudah di genggaman," kata Adevi.
"Misalnya nih kalau orang sudah masuk ke pasar modal, sudah pernah beli saham atau produk - produk lain, itu pasti dia lewat perusahaan sekuritas. Nah perusahaan sekuritas ini kan punya aplikasi lengkap - lengkap kok jadi bisa lihat harga saham, semua yang ada di bursa 875( perusahaan) itu bisa dilihat semua, obligasi, reksadana dan lain - lain," jelasnya.
Baca juga: HMPS Manajemen, FEB Unwira Gelar Kuliah Umum Bersama BEI NTT dan Philip Sekuritas
Tetapi, lanjut dia, jika belum mempunyai aplikasi sekuritas dan hanya ingin melihat - lihat informasi, misalnya perusahaan apa saja yang masuk ke sektor consumer good di IDX bisa melalui aplikasi ini.
"Di dalamnya itu juga ada virtual trading real time jadi misalnya kita pingin tahu gimana sih orang itu kalau transaksi saham, layar yang dilihat itu gimana sih, itu hisa lewat situ dan tidak perlu dimasukkan dana karena itu ibaratnya dummy tapi real time, dan banyak informasi lainnya kayak indeks, informasi yang ada di market pasar keuangan, pasar modal, news, terus kalau perusahaan bagi dividen itu informasinya ada jadi cukup lengkap dan bisa dimanfaatkan di genggaman," ungkapnya.
Kurang lebih tiga setengah tahun BEI hadir di Nusa Tenggara Timur, menurut Adevi semakin banyak masyarakat yang mengerti tentang investasi.
Baca juga: Strategi BEI NTT Jawab Tantangan dari Gubernur NTT
"Kami hadir di sini tujuannya adalah untuk kepentingan edukasi. Jadi edukasi kepada lebih banyak masyarakat, lebih banyak perusahaan lokal, bagaimana kita memilih akternatif investasi yang paling pas sesuai dengan profil risiko kita sesuai dengan kepribadian kita," ujarnya.
Dikatakan Adevi, tantangan pertama untuk menjangkau banyak masyarakat adalah membutuhkan banyak sumber daya karena NTT terdiri dari 22 kabupaten/kota dan jaraknya juga jauh antara satu kabupaten dengan kabupaten lain bahkan di pulau yang berbeda.
"Tapi saya rasa hari - hari ini mungkin kita terfasilitasi sama platform digital yang kita punya jadi boleh ikut edukasi meskipun ada di Sumba, ada di ujung mana yang penting ada akses internet. Buktinya kita punya 66.162 investor di NTT per Juni 2023 itu yang tersebar di kota dan kabupaten di NTT," ujar Adevi.
"Itu artinya kan semua ini juga terakses dengan digitalisasi jadi bisa ikut kelas - kelas edukasi kita yang online atau pas lagi datang , yang ada di Kupang mungkin bisa langsung ke kantor, belajar, konsultasi dan lain - lain semuanya gratis dan rasa - rasanya tidak ada alasan lagi yang diberikan untuk tidak mau tahu," tambahnya.
Terkait pasar modal di NTT, kata dia, dari 66.162 investor di NTT, 21.387 berinvestasi di saham sementara sisanya ke obligasi, reksadana dan lainnya.
"Nah setelah dari 21 ribu itu 13.492 adalah demografi masyarakat itu yang umurnya 18-30 yang ikut berinvestasi karena profil risikonya teman - teman millennial yang mau habis sama Gen Z itu akhir - akhir ini makin agresif nah itu cocok untuk masuk ke saham tapi belum tentu juga orang yang konservatif nggak bisa masuk ke saham karena pasti juga ada banyak ada di luar sana yang konservatif tapi bisa investasi saham. Dia pasti cari saham - saham yang aman, stabil pertumbuhannya cukup aja nggak terlalu fluktuatif tapi oke gitu potensi kenaikan harganya," tandasnya. (uzu)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Podcas-dengan-BEI-NTT.jpg)