Berita Sumba Barat Daya
Cegah TPPO, Bupati Kodi Mete Minta Pemerintah Desa Proaktif Beri Pemahaman Kepada Warga
Bupati Kodi Mete juga meminta kepala desa harus sigap mengawasi desa agar tidak terjebak oleh pengaruh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Penulis: Petrus Piter | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - Untuk mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya maka Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete meminta pemerintah desa harus proaktif memberi pemahaman kepada mayarakat agar tidak mudah percaya atas ajakan, bujukan dan rayuan orang-orang tertentu untuk bekerja keluar Sumba dengan iming-iming gaji menggiurkan.
Pemerintah desa harus memberi pencerdasan kepada masyarakat sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang prosedural peraturan hukum yang baik dan benar bila berkeinginan bekerja keluar Sumba.
Dengan demikian, pemerintah dapat mengawasi warganya bekerja diluar Sumba.
Baca juga: Pengentasan Stunting, Pemerintah Sumba Barat Daya Launching Penyaluran Pangan
Selama ini alasan warga ingin bekerja keluar Sumba karena tidak tersedia lapangan kerja di daerah ini. Karena itu, salah satu tugas pemerintah desa adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja, misalnya membangun Bumdes, menghidupkan UMKM dan lain-lain. Pemerintah Kabupaten juga terus berupaya menciptakan lapangan kerja di daerah ini. Salah satunya dengan menghidupkan usaha UMKM dan lain-lain.
Demikian disampaikan Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete didampingi Wakil Bupati Sumba Barat, dr. Marthen Christian Taka, S.IP ketika diminta komentarnya tentang upaya pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya mencegah prakek TPPO di wilayah itu sesaat setelah menghadiri acara gelar pangan murah dan launching penyerahan pangan, pengentasan stunting di lapangan Galatama Tambolaka, Sumba Barat Daya, Senin 26 Juni 2023.
Baca juga: Bupati Sumba Barat Daya Serahkan 95 SK PPPK
Menurutnya, selama ini banyak warga Sumba Barat Daya belum memahami peraturan yang baik tentang prosedural bekerja keluar Sumba sehingga mudah tergodah bila mendapat tawaran kerja pihak tertentu karena terimingi gaji besar.
Karena itu, Bupati Kodi Mete meminta para kepala desa selain memberi pemahaman kepada masyarakat juga mengawasi perilaku oknum-oknum tertentu yang melakukan perekrutan tenaga kerja di wilayah desanya.
"Seorang kepala desa harus mengetahui kondisi desanya sehingga mudah mengatasinya. Jangan sampai seorang kepala desa tidak mengetahui bila ada orang datang merekrut warganya menjadi tenaga kerja keluar Sumba dengan cara tidak resmi," kata Kornelius Kodi Mete.
Bupati Kodi Mete juga meminta kepala desa harus sigap mengawasi desa agar tidak terjebak oleh pengaruh oknum yang tidak bertanggungjawab. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.