Info Gempa Bumi

BMKG Ingatkan Pulau Sumba Waspada Gempa Bumi, Ini Alasannya

Dalam sepekan terakhir, Badan Meteorologi Kilmatologi dan Geofisika ( BMKG ) mencatat 100 Kali Gempa Bumi mengguncang Pulau Sumba.

Editor: Adiana Ahmad
ilustrasi.
Pulau Sumba Waspada Gempa Bumi/ Ilustrasi Goncangan Gempa Bumi - BMKG Ingatkan Pulau Sumba Waspada Gempa Bumi, ini alasannya 

POS-KUPANG.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan masyarakat di Pulau Sumba agar waspada terhadap Gempa Bumi. Hal itu lantaran posisi Pulau Sumba yang berada pada batas dua lempeng tektonik yaitu Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia sangat rentan terhadap Gempa Bumi. 

Peringatan itu disampaikan Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Sumba Timur Kustoro Hariyatmoko dalam keterangan tertulisnya, Jumat 15 Juni 2023.

Peringatan yang disampaikan BMKG tersebut berkaitan volume guncangan Gempa Bumi dalam sepekan terakhir.

Dikatakan Kustoro Hariyatmoko, dalam sepekan terakhir, tepatnya 9-15 Juni 2023, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mencatat 100 Kali Gempa Bumi di Pulau Sumba.

Baca juga: 100 Kali Gempa Guncang NTT Sepekan Terakhir, BMKG Ingatkan Pulau Sumba Waspada

Kustoro Hariyatmoko mengatakan, Gempa Bumi yang mengguncang Pulau Sumba terbanyak berkekuatan di bawah magnitudo 3 dengan total 87 guncangan, magnitudo 3-5 dengan 13 guncangan.

"Jumlah kejadian gempa bumi yang terjadi di Sumba dan sekitarnya dalam sepekan terakhir sebanyak 100 kejadian yang didominasi berkekuatan di bawah magnitudo 3," kata Kustoro Hariyatmoko.

Kustoro Hariyatmoko menjelaskan, Gempa Bumi yang mengguncang Pulau Sumba,  berada pada kedalaman lebih dari 60 kilometer (km) sebanyak 81 kejadian dan kedalama antara 60-300 km 17 kejadian, dan lebih dari 300 km sebanyak dua kejadian.

Karena itu, Kustoro Hariyatmoko mengingatkan masyarakat di Pulau Sumba dan sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman Gempa Bumi yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Baca juga: Di Iran Lebih dari 440 Gempa Bumi Terjadi dalam Sebulan

Pulau Sumba merupakan wilayah yang sering diguncang gempa bumi karena berada pada batas dua lempeng tektonik yaitu Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

Bahkan pada 19 Agustus 1977, kata dia, wilayah Pulau Sumba bagian selatan pernah dihantam gelombang tsunami yang dipicu gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.

Kustoro mengatakan upaya antisipasi seperti memperkuat bangunan rumah atau fasilitas lainnya harus terus diperhatikan untuk meminimalisasi dampak kerugian jika terjadi gempa bumi dengan kekuatan besar.

Ia juga mengimbau warga agar terus mengikuti perkembangan informasi dari BMKG sebagai sumber yang terpercaya sehingga tidak mudah terpengaruh dengan informasi gempa bumi atau tsunami dari sumber-sumber lain yang tidak bertanggung jawab, seperti yang sering kali muncul di media sosial.

"Hingga saat ini tidak ada alat yang dapat memprediksi kejadian gempa bumi secara akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, dan BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi," kata Kustoro. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved