Berita Kota Kupang

Dua PTT Kota Kupang Bakal Diberhentikan Buntut Keroyok Mahasiswa Undana Hingga Tewas

Asisten III Setda Kota Kupang, Yanuar Dally menyebut dua PTT dari Pemkot Kupang itu selama ini bekerja di DLHK dan Pol PP.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Kolasee Foto - Pelaku pengeroyokan hingga tewaskan mahasiswa Udana Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Buntut dari pengeroyokan terhadap seorang pemuda hingga tewas, dua tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemerintah Kota atau Pemkot Kupang bakal diberhentikan. 

Asisten III Setda Kota Kupang, Yanuar Dally menyebut dua PTT dari Pemkot Kupang itu selama ini bekerja di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dan Satuan Polisi Pamong Praja. 

Ia menegaskan, bila sudah ada penetapan status kedua PTT maka Pemkot akan menerapkan sanksi berat. Menurut dia, Pemkot masih menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian. 

"Diberhentikan karena melanggar kode etik. Kalau bulan lalu mereka masih menerima gaji karena memang prosesnya belum ada keputusan," kata Yanuar, Selasa 16 Mei 2023. 

Baca juga: Demi Beras 10 Kilogram, Warga Kota Kupang Rela Antre Sejak Pagi

Meski begitu, Yanuar juga mengedepankan asas praduga tak bersalah. Tetapi dia tetap menegaskan bahwa kedua PTT itu akan diberhentikan jika telah ada keputusan tetap.  

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Orson G Nawa menjelaskan, tenaga PTT yang ada di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, sampai saat ini masih menunggu penetapan statusnya. 

"Hal ini juga sudah ada di Bagian Hukum Setda Kota Kupang, dan nantinya akan diputuskan, tetapi yang jelas dan yang pasti mereka akan diberhentikan karena sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya. 

Orson Nawa menjelaskan, karena bagian hukum juga sudah melihat hal ini, pemerintah juga belum bisa mengambil tindakan karena statusnya masih terduga. 

Baca juga: Program Kotaku di Kota Kupang Tekan Kawasan Kumuh

"Kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka dari penyidik kepolisian maka dengan sendirinya akan diberhentikan sebagai PTT," terangnya. 

Sementara itu, Kepala Sat Pol PP Kota Kupang, Rudi Abubakar mengaku, terkait dengan hal ini sudah didengar dan akan segera diproses oleh pemerintah terkait dua PTT yang tersandung kasus hukum. 

"Kalau sudah ada keputusan yang jelas maka pastinya akan diberhentikan oleh pemerintah karena terbukti melanggar hukum," ujar dia.

Dari kejadian ini, seorang pemuda yang berstatus mahasiswa meninggal dunia. Polisi menangkap tiga terduga pelaku dalam kasus tersebut. Adapun tiga terduga pelaku terdiri dari EJB alias Fendy (24), SRD alias Icad (27) dan YSRD (24) .

Pelaku EJB alias Fendy dan SRD alias Icad merupakan pegawai honorer pemerintah, sementara YSRD merupakan pegawai swasta. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku SRD (27), diketahui merupakan teman dekat korban. 

Kejadian terjadi pada Minggu, 30 April 2023 di Jalan El Tari Kecamatan Oebobo Kota Kupang, tepat di depan rumah jabatan atau Rujab Gubernur NTT. (Fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved