Berita Kota Kupang

Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh Janji Tuntaskan Masalah Segel SDN Tenau

Menurut dia, Pemkot Kupang juga berkomitmen agar ikut membantu penyelesaian masalah yang ada di sekolah tersebut.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-PROKOPIM KOTA KUPANG
KUNJUNGI - George Hadjoh bersama Kapolresta Kupang Kota Kombes Polisi Rishian Krisna Budhiaswanto juga mengunjungi SDN Tenau Kupang yang disegel oleh pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh menyebut masalah penyegelan SDN Tenau pasti akan selesai. 

George Hadjoh menyebut masalah tersebut harus diselesaikan dengan baik. 

"Sudah, ini barang tidak ada yang tidak selesai. Kenapa tidak selesai," ujar George Hadjoh, Kamis 25 Mei 2023. 

Dia berkata untuk kepentingan pendidikan, proses belajar mengajar di sekolah itu tetap harus dilakukan. George Hadjoh mengklaim, untuk mengurai masalah itu perlu kesepahaman bersama. 

Menurut dia, Pemkot Kupang juga berkomitmen agar ikut membantu penyelesaian masalah yang ada di sekolah tersebut. Diskusi bersama dan saling menyatukan pemahaman yang merupakan upaya yang perlu ditempuh. 

Baca juga: Penjabat Wali Kota Kupang Apresiasi Kegiatan Social Movement Cegah Stunting Pos Kupang

Sehari sebelumnya George Hadjoh bersama Kapolresta Kupang Kota Kombes Polisi Rishian Krisna Budhiaswanto juga mengunjungi sekolah itu. 

Saat kunjungan itu, George Hadjoh meminta agar proses kegiatan belajar dan mengajar di SDN Tenau dapat berjalan normal kembali. SDN Tenau yang beralamat di Jalan Petrus Karels, Kelurahan Alak, informasinya di segel oleh warga yang mengaku ahli waris dari pemilik tanah, Selasa, 23 Mei 2023. 

Penjabat Wali Kota Kupang saat bertemu dengan anak dari pemilik tanah, Andi Lau menyampaikan keprihatinannya atas adanya penyegelan sekolah dan mengajak semua pihak berpikir jernih.

“Saya prihatin atas peristiwa ini dan berharap kita semua bisa berpikir jernih. Kita harus menyadari bahwa penyegelan sekolah ini akan mengorbankan pendidikan anak-anak kita, jika ada persoalan yang terkait dengan hal-hal berkaitan dengan administrasi atau lainnya mari kita duduk dan selesaikan bersama tapi sekali lagi jangan mengorbankan akses anak-anak kita untuk mengikuti proses KBM disekolah ini," ujarnya. 

Menurut George, saat menyerahkan tanah untuk dibangun sekolah, pemilik lahan pasti bermimpi agar kelak anak-anak yang bersekolah di sekolah tersebut dapat memiliki masa depan yang baik sebagai penerus bangsa, sehingga dirinya menyayangkan adanya kegiatan tersebut. 

Baca juga: Peduli Difabel, BPBD Kota Kupang Hadirkan Juru Bicara Isyarat

"Sebagai pemerintah kami mengajak keluarga Lau untuk bersama-sama dengan pemerintah mencari solusi," tambahnya. 

Senada dengan Penjabat Wali Kota Kupang, Kapolres Kupang Kota Kombes Polisi Rishian Krisna Budhiaswanto turut prihatin atas adanya penyegelan sekolah tersebut. 

“Saya juga merasa sedih dengan adanya penyegelan sekolah oleh ini. Saya rasa anak-anak yang bersekolah di sini pastilah timbul kekhawatiran dalam hati mereka, karena sekolahnya disegel. Untuk itu  saya berharap agar kegiatan belajar mengajar bagi sekitar 200 murid di SDN Tenau ini dapat berjalan kembali seperti biasa,” imbau Kapolresta.

Kapolresta berjanji akan mengawal proses pengurusan hak dan dokumen kepemilikan atas tanah hingga tuntas. Ia mengajak semua pihak terkait dapat duduk bersama untuk menyelesaikan masalah dan menemukan solusi yang adil bagi seluruh pihak.

Baca juga: DPRD Kota Kupang Sebut Penambalan Jalan Taebenu Bukan Solusi 

Permintaan Penjabat Wali Kota Kupang dan Kapolresta disetujui oleh Andi Lau selaku perwakilan keluarga. Atas nama keluarga, Andi berjanji akan mendukung agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali seperti biasa. Keluarga juga menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap persoalan tersebut. 

Dirinya mengaku bahwa keluarga sebenarnya tidak berniat menyegel sekolah. “Sejujurnya kami tidak memiliki niat menyegel sekolah tersebut namun surat kami yang ditujukan kepada para pihak atau institusi yang bertanggung jawab atas persoalan ini tidak diindahkan. Kami berterima kasih karena pemerintah telah mengajak kami menyelesaikan persoalan yang sudah tertunda lama," ujar Andi.

Berdasarkan informasi dari pihak Kelurahan Alak, SDN Tenau mulai dibangun darurat pada tahun 2012 kemudian dibangun secara permanen pada tahun 2014 oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. (Fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved