Pilpres 2024

Usai Temui Presiden Jokowi di Istana Negara, Harry Tanoesoedibjo Datangi Prabowo di Kantor Kemhan RI

Setelah menemui Presiden Jokowi di Istana Negara, Harry Tanoesoedibjo bersama rombongan kemkudian menemui lagi Prabowo Subianto di Kantor Kemhan RI.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
TEMUI PRABOWO - Harry Tanoesoedibjo bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menemui Prabowo Subianto di Kantor Kemhan RI, Senin 15 Mei 2023. Turut dalam kunjungan tersebut, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). 

POS-KUPANG.COM - Dinamika politik menyambut Pilpres 2024 mendatang, semakin hangat dari waktu ke waktu. Wacana yang berkembang pun makin dinamis. Sebagaimana halnya yang terjadi pada Senin 15 Mei 2023.

Setelah menemui Presiden Jokowi di Istana Negara di pagi hari, Harry Tanoesoedibjo bersama rombongan kemkudian menemui lagi Prabowo Subianto di Kantor Kementerian Pertahanan RI.

Menariknya, adalah Harry Tanoesoedibjo yang juga Ketua Umum Partai Perindo itu datang bersama Paguyuban Sosiak Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) yang dipimpin Wilianto Tanta.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra tersebut berdiskusi bersama para tamu yang datang menemuinya hari itu.

Pada momen itu Prabowo Subianto, Hary Tanoesoedibjo dan PSMTI, berdiskusi mengenai bagaimana menghasilkan kebijakan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh rakyat.

Prabowo mengajak semua pihak untuk menjaga kerukunan dan stabilitas negara agar pemerintah dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak pada seluruh masyarakat.

"Siapapun yang berkuasa mari kita berkompromi. Jangan zero sum game. Kita bisa hidup dengan baik, tenang, dan rukun. Saya kira itu kuncinya. Ini juga hasil dari kajian-kajian strategis. Semua negara yang bisa take-off adalah karena kekompakan," kata Prabowo Subianto dalam keterangan tertulis dikutip pada Selasa 16 Mei 2023.

Terkait hal itu Prabowo juga memberikan contoh mengenai pengambilan kebijakan untuk mengatasi persoalan kemacetan.

“Kalau kita umpamanya di Jakarta macet, lalu mengeluh dan kita hanya marah-marah. Itu kan tidak menyelesaikan apapun," kata Prabowo.

"Kalau kita tidak mau macet, berarti kita harus punya pemerintah daerah dan didukung pemerintah pusat yang bisa menganjurkan, melahirkan kebijakan-kebijakan yang bisa menyelesaikan masalah macet," ujarnya.

Menurutnya, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat perlu bersinergi untuk bisa mengeluarkan kebijakan yang dapat menjadi solusi dalam mengurangi permasalahan di masyarakat.

Baca juga: Presiden Jokowi Titip Pesan Spesial ke Prabowo Subianto: Indonesia Berpotensi Jadi Negara Maju

"Tidak bisa kita hanya ngamuk-ngamuk, marah-marah. Artinya apa? Contoh ada MRT, Transjakarta, ganjil-genap. Jadi ada kebijakan itu. Siapa yang mengambil kebijakan adalah mereka yang diberi mandat politik dari rakyat," kata Prabowo. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved